PARIMO, theopini.id — Rangkaian Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah resmi ditutup pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.
“Anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa. Tidak semua harus menjadi sarjana atau magister untuk sukses. Ada yang berhasil melalui bakat olahraga dan seni yang mereka tekuni,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo, Sunarti.
Menurutnya, O2SN dan FLS3N menjadi ruang penting bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan nonakademik, sekaligus membangun rasa percaya diri sejak dini.
Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang tetap aktif mengirimkan peserta di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Namun demikian, ia menyoroti masih adanya kecamatan yang belum mengikutsertakan siswa pada FLS3N, yakni Kecamatan Mepanga dan Moutong.
“Jangan sampai anak-anak yang sudah menyiapkan diri dan memiliki potensi justru kehilangan kesempatan karena tidak difasilitasi oleh sekolah atau gurunya,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong (Parimo), Adrudin Nur menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan juri, guru pendamping, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Daerah Parigi Moutong, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menilai O2SN dan FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, kreativitas, disiplin, dan sportivitas peserta didik di bidang olahraga, seni, dan sastra.
Ketua Panitia Pelaksana O2SN dan FLS3N 2026, Ibrahim menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak pembukaan pada 22 Mei hingga penutupan 23 Mei 2026, diikuti 234 siswa dari 130 sekolah di berbagai kecamatan.
“Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, dan sastra,” katanya.
Ia menyebutkan, sebanyak 140 siswa mengikuti O2SN dan 94 siswa mengikuti FLS3N dengan didampingi sekitar 100 guru pendamping.
Adapun cabang lomba O2SN meliputi senam, atletik, pencak silat, bulu tangkis, dan renang. Sedangkan FLS3N mempertandingkan menyanyi solo, tari, pantomim, menulis cerita, menggambar, dan bercerita.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar