PARIMO, theopini.id – SMP Negeri (SMPN) Model Toniasa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali mengalami penurunan jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Hingga penutupan pendaftaran, sekolah tersebut hanya diminati 15 calon siswa, jauh dari target penerimaan sebanyak 40 peserta didik baru.
Kepala SMPN Model Toniasa Parigi, Jasirus, mengatakan jumlah pendaftar tahun ini kembali mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 17 orang.
“Tahun lalu sekitar 17, dan kali ini hanya sekitar 15 pendaftar,” ujar Jasirus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 6 Juli 2026.
Ia mengaku, belum mengetahui secara pasti penyebab rendahnya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di SMPN Model Toniasa.
Padahal, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah pendaftar, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi.
Menurutnya, penerapan sistem zonasi dalam SPMB tahun ini maupun pemberian seragam gratis dari pihak sekolah juga belum mampu mendongkrak minat calon peserta didik.
“Siswa yang mendaftar seluruhnya berasal dari luar zonasi, bahkan delapan siswa lainnya berasal dari pondok pesantren terdekat,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo mengaku telah memberikan perhatian khusus terhadap SMPN Model Toniasa.
Kepala Bidang Manajemen SMP Disdikbud Parimo, Sarwana mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat, termasuk mengintensifkan sosialisasi mengenai keberadaan sekolah tersebut.
Selain itu, Disdikbud Parimo juga berkoordinasi dengan SMP negeri lain di sekitar wilayah Parigi agar pelaksanaan SPMB berjalan sesuai ketentuan.
Sekolah yang mengalami kelebihan pendaftar diarahkan untuk merekomendasikan calon peserta didik ke SMPN Model Toniasa.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan jumlah peserta didik, sekaligus mengoptimalkan keberadaan SMPN Model Toniasa sebagai salah satu sekolah yang dibangun dengan konsep sekolah model.
“Kami terus melakukan upaya dan memberikan perhatian kepada SMP Model, salah satunya dengan terus menyosialisasikan keberadaannya kepada masyarakat,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin
















