PARIMO, theopini.id – Banjir kembali melanda Desa Labuan Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Selasa pagi, 22 September 2026. Sebanyak 37 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir tersebut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras meningkatkan debit aliran air dari wilayah hulu.
“Hujan deras menyebabkan debit aliran air dari wilayah hulu meningkat. Kondisi itu diperparah oleh kurangnya daerah resapan air di wilayah hulu,” kata Rivai, dalam keterangan resminya.
Menurutnya, kapasitas jembatan box culvert di Jalan Trans Sulawesi yang relatif kecil turut menyebabkan aliran air tidak dapat mengalir secara optimal hingga meluap dan mengakibatkan banjir.
“Aliran air tidak dapat mengalir secara optimal karena kapasitas jembatan box culvert yang relatif kecil, sehingga air meluap dan mengakibatkan banjir,” ujarnya.
Rivai menyebutkan, 37 KK terdampak tersebar di empat dusun. Rinciannya, 14 KK di Dusun I, 2 KK di Dusun II, 15 KK di Dusun III, dan 6 KK di Dusun IV.
Tidak ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Laporan BPBD Parimo juga mencatat tidak terdapat fasilitas umum maupun lahan perkebunan dan pertanian yang terdampak.
Banjir ini kembali terjadi setelah wilayah Desa Labuan Donggulu sebelumnya juga dilanda banjir pada Agustus 2026.
BPBD Parimo bersama aparat desa dan masyarakat telah melakukan koordinasi serta asesmen atau kaji cepat di lokasi.
“Banjir sudah surut. Namun, kebutuhan yang diperlukan antara lain logistik penanggulangan bencana, normalisasi sungai, serta pelebaran jembatan box culvert,” kata Rivai.
Menurut laporan Pusdalops BPBD Parimo, banjir terjadi sekitar pukul 06.20 WITA dan laporan diterima pada pukul 08.12 WITA.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














