PARIMO, theopini.id – Tren peningkatan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menjadi perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan analisis data awal periode 2023–2026, persoalan tersebut menunjukkan kecenderungan meningkat dan membutuhkan intervensi segera.
“Kalau kita secara epidemiologi melihat, ini bisa menjadi persoalan ke depannya karena trennya naik terus. Jadi kalau tidak ada intervensi yang kita lakukan, itu akan naik,” kata Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Parimo, Irdan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 6 November 2026.
Menurutnya, kecenderungan tersebut perlu direspons melalui langkah penanganan yang tepat. Dalam pemetaan tingkat risiko, Parimo berada pada posisi yang membutuhkan perhatian serius. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi memasuki fase kritis.
Ia menjelaskan, hasil analisis data menjadi salah satu dasar pemerintah daerah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak.
Penyusunan dokumen tersebut, diharapkan membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan sekaligus menentukan langkah penanganan yang lebih terarah hingga 2030.
Irdan menegaskan, penanganan tidak bisa ditunda karena kecenderungan peningkatan angka kematian dapat berlanjut apabila tidak diikuti intervensi yang memadai.
Pemerintah daerah berharap upaya yang dirumuskan dalam RAD mampu menekan angka kematian ibu dan anak sesuai target nasional 2030, bahkan diharapkan tercapai lebih cepat.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














