the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Menavigasi Fiskal 2027 Parimo: Optimalisasi Ruang Fiskal Lewat Penguatan Institusi Perencanaan

the OPINIbythe OPINI
25 September 2026
in Ekonomi
Reading Time: 5 mins read
the OPINIbythe OPINI
25 September 2026
in Ekonomi
Reading Time: 5 mins read
Menavigasi Fiskal 2027 Parimo: Optimalisasi Ruang Fiskal Lewat Penguatan Institusi Perencanaan

Pengajar FEBI UIN Datokarama Palu, R.A. Rifai. (Foto: IST)

Baca Juga

Tak Penuhi Kewajiban, ESDM Sulteng Ajukan Pencabutan Izin CV BBN di Parimo

Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

Warga Tanalanto Ditangkap Polres Parimo, Sabu Seberat 3,69 Gram Disita

PARIMO, theopini.id – Menjelang tahun anggaran 2027, lanskap ekonomi makro daerah di Indonesia dihadapkan pada fakta menyempitnya ruang fiskal (fiscal space), di tengah tuntutan pelayanan publik yang kian kompleks.

Ketergantungan daerah terhadap Transfer ke Daerah (TKD) masih menjadi urat nadi utama, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) di banyak kabupaten belum mampu menjadi penopang yang mandiri.

Jika ditarik lebih dekat ke wilayah regional Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyajikan sebuah studi kasus yang menarik sekaligus dilematis.

Dengan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 yang berkisar di angka Rp1,4 triliun (correct me if I am wrong), dan bentang geografis terpanjang yang memeluk Teluk Tomini, kabupaten ini memikul beban struktural klasik.

Porsi belanja pegawai masih mendominasi, di kisaran Rp900 miliar, sementara ruang untuk belanja modal pembangunan dan program prioritas kian terjepit.

Di sinilah urgensi perumusan strategi anggaran 2027 diuji. Bukan sekadar rutinitas administratif tahunan, melainkan pertaruhan bagaimana arah pembangunan jangka pendek dapat mendukung pencapaian rencana pembangunan jangka menengah.

Keterbatasan Fiskal dan Jebakan Rutinitas Anggaran

Kabupaten Parimo mencatat laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 3,58%, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 2,10%. Namun, angka tersebut masih berhadapan dengan tingkat kemiskinan yang bertengger di level 14,20%, dari total 553.012 penduduk (sumber: Parigi Moutong dalam Angka 2025).

Sebagai penyimak, angka-angka ini menyimpan paradoks struktural yang tajam. Angka pengangguran 2,10% sering kali menipu. Dalam struktur ekonomi agraris dan pesisir, tingkat pengangguran terbuka yang rendah tidak selalu mencerminkan kemakmuran, melainkan dapat berjalan beriringan dengan underemployment (setengah menganggur) dan maraknya pekerja di sektor informal berproduktivitas rendah.

Pertumbuhan ekonomi 3,58% pun belum cukup untuk merontokkan dinding kemiskinan yang masih berada di level 14,20%. Ada trickle-down effect yang macet di tengah jalan.

Sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan tumbuh secara volume, tetapi nilai tambahnya (value added) banyak yang mengalir ke luar daerah atau hanya dinikmati oleh segelintir pelaku dalam rantai pasok besar.

Dalam situasi ketika ruang fiskal daerah sangat terbatas dan sebagian besar APBD masih terikat pada belanja pegawai serta operasional rutin, alokasi anggaran 2027 tidak boleh lagi menggunakan pendekatan incremental. Dibutuhkan penerapan money follows program, yang dipadukan dengan penelaahan dan evaluasi untuk mengunci konsistensi antara perencanaan dan penganggaran.

Tombol Aktivasi Institusi Perencana: Think Tank, Clearing House, dan Enabler

Selama satu dekade terakhir, institusi perencana di daerah cenderung mengalami reduksi fungsi. Opini pribadi melihat institusi perencana hanya menjadi semacam stempel birokrasi untuk mengesahkan program-program titipan, alih-alih menjadi dapur utama kebijakan ekonomi.

Untuk menghadapi keterbatasan fiskal pada 2027, institusi perencana harus menjalankan tiga fungsi dasar:

  • Sebagai Think Tank (Pusat Otak Kebijakan): Perencanaan tidak boleh lagi berbasis copy-paste program tahun lalu. Institusi perencana harus memproduksi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dengan memetakan sektor unggulan yang memiliki multiplier effect tertinggi, seperti hilirisasi komoditas kakao, kelapa, dan perikanan tangkap, atau pengembangan potensi produk unggulan yang tercermin dalam analisis LQ di RPJMD.
  • Sebagai Clearing House (Penyaring Program): Institusi ini harus berani menjadi penyaring program-program seremonial yang tidak efisien. Setiap rupiah dalam APBD 2027 harus melalui saringan ketat (cost-benefit analysis) untuk memastikan tidak ada anggaran yang terserap pada kegiatan yang tidak bermanfaat. Pada saat yang sama, perlu ada sinkronisasi antara usulan politik dan pendekatan bottom-up, dengan mengacu pada pendekatan THIS dan prinsip money follows program.
  • Sebagai Enabler (Fasilitator Pembangunan): Institusi perencanaan di daerah harus bertransformasi menjadi fasilitator yang memudahkan masuknya investasi swasta, mempercepat eksekusi program kerakyatan, menghilangkan ego sektoral, memperkuat koperasi dan UKM, serta mengintegrasikan rantai pasok lokal agar terhubung dengan pasar regional.

Gerakan Membangun dari Desa Adalah Koentji

Dengan luas wilayah Parigi Moutong yang terbagi ke dalam 278 desa dan memiliki karakteristik topografi pesisir serta pegunungan yang kontras, pendekatan pembangunan yang bersifat top-down atau sentralistik dari ibu kota kabupaten sangat kecil kemungkinannya untuk menciptakan pemerataan.

Di sinilah visi Gerakan Membangun dari Desa menemukan relevansi ekonominya yang paling autentik. Ketika ruang fiskal di tingkat kabupaten sangat terbatas, desa justru menyimpan cadangan modal sosial dan ekonomi yang belum terkapitalisasi secara maksimal melalui sinergi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Alokasi anggaran 2027 harus ditarik ke simpul-simpul bawah. Strategi ini dapat dijabarkan melalui beberapa langkah taktis:

  1. Penguatan Rantai Pasok Desa: Mengarahkan pembiayaan mikro untuk memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar berfungsi sebagai off-taker hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan warga setempat.
  2. Infrastruktur Skala Mikro: Memfokuskan belanja modal pada pembangunan jalan produksi pertanian dan bantuan pengembangan modal usaha dengan melihat potensi dan embrio ekonomi desa. Langkah ini diharapkan dapat membantu memacu LPE yang tadinya hanya 3,58% menjadi 5,13%, serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka dari 2,10% menjadi 1,7% (RKPD 2026).
  3. Pemberdayaan Berbasis Komunitas: Menjadikan kelompok tani dan nelayan sebagai subjek utama dalam perencanaan anggaran. Melalui pendekatan bottom-up, diharapkan setiap rupiah anggaran benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

POV: Pertaruhan Kebijakan 2027

APBD Tahun Anggaran 2027, bukan sekadar lembaran RKA yang berisi belanja honorarium, lembur, dan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya, melainkan manifestasi dari keberpihakan politik ekonomi pemerintah daerah.

Bagi Parimo, keterbatasan fiskal bukanlah vonis mati bagi pertumbuhan ekonomi, melainkan momentum untuk membersihkan segala bentuk pemborosan anggaran. Tanpa keberanian mengembalikan marwah institusi perencana sebagai think tank yang independen dan konsisten mengalirkan sumber daya melalui gerakan membangun dari desa, daerah ini akan terus berputar dalam siklus pertumbuhan lambat yang melelahkan.

Ekonomi pembangunan mengajarkan bahwa kelangkaan anggaran adalah ibu dari inovasi; dan inovasi itu harus dimulai dari meja perencanaan hari ini.

R.A. Rifai
Pengajar FEBI UIN Datokarama Palu

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #APBD2027#parigimoutong#Sulteng#UINDatokaramaPalu
ShareSendTweet
Previous Post

Gugatan Wanprestasi Gubernur Sulteng atas Akta Perdamaian Mulai Disidangkan di PN Parigi

Next Post

Kebutuhan Alat Bantu Disabilitas di Parimo Capai 1.000 Usulan

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Disperkim Parimo Sasar Rumah Tak Layak Huni lewat Program Bantuan Perumahan

Disperkim Parimo Sasar Rumah Tak Layak Huni lewat Program Bantuan Perumahan

25 September 2026
Data Penerima Bantuan Disabilitas Parimo Terus Diverifikasi

Data Penerima Bantuan Disabilitas Parimo Terus Diverifikasi

24 September 2026
BERANI Tangkap Banyak, 16.800 Benih Nila Disalurkan untuk Pembudidaya Sigi

BERANI Tangkap Banyak, 16.800 Benih Nila Disalurkan untuk Pembudidaya Sigi

18 September 2026
300 Hektare Tuntas, Parimo Siapkan Penyaluran 200 Hektare Bibit Kelapa

300 Hektare Tuntas, Parimo Siapkan Penyaluran 200 Hektare Bibit Kelapa

18 September 2026
Bupati Erwin Dorong Perluasan Produk Investasi Parimo

Bupati Erwin Dorong Perluasan Produk Investasi Parimo

17 September 2026
Perkuat Ekonomi Daerah, Wagub Sulteng Ajak KADIN Dorong Investasi dan Hilirisasi

Perkuat Ekonomi Daerah, Wagub Sulteng Ajak KADIN Dorong Investasi dan Hilirisasi

17 September 2026

ARTIKEL TERKINI

KNMP Diperkuat, Pemerintah Dorong Ekosistem Perikanan Terintegrasi

KNMP Diperkuat, Pemerintah Dorong Ekosistem Perikanan Terintegrasi

25 September 2026
Tak Penuhi Kewajiban, ESDM Sulteng Ajukan Pencabutan Izin CV BBN di Parimo

Tak Penuhi Kewajiban, ESDM Sulteng Ajukan Pencabutan Izin CV BBN di Parimo

25 September 2026
Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

25 September 2026
Warga Tanalanto Ditangkap Polres Parimo, Sabu Seberat 3,69 Gram Disita

Warga Tanalanto Ditangkap Polres Parimo, Sabu Seberat 3,69 Gram Disita

25 September 2026
FKUB Sulteng Usulkan Penguatan Moderasi Beragama bagi Babinsa

FKUB Sulteng Usulkan Penguatan Moderasi Beragama bagi Babinsa

25 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Razia Gabungan di Lapas Luwuk, 19 Ponsel Ditemukan, 25 Wabin Negatif Narkoba

Razia Gabungan di Lapas Luwuk, 19 Ponsel Ditemukan, 25 Wabin Negatif Narkoba

19 September 2026
Izin Hanya 17 Hektare, Bukaan Tambang Disebut Capai 100 Hektare di Kayuboko

Izin Hanya 17 Hektare, Bukaan Tambang Disebut Capai 100 Hektare di Kayuboko

21 September 2026
Cegah Karhutla Meluas, Bupati Parimo Apresiasi Respons Cepat Yonif TP 918

Cegah Karhutla Meluas, Bupati Parimo Apresiasi Respons Cepat Yonif TP 918

19 September 2026
Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

20 September 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 198 km BaratDaya BAYAH-BANTEN

18 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d