the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Dari Jalan Kaki 4 Kilometer, Anak Suku Loinang Kini Punya Sekolah hingga SMP

the OPINIbythe OPINI
7 November 2026
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
7 November 2026
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
Dari Jalan Kaki 4 Kilometer, Anak Suku Loinang Kini Punya Sekolah hingga SMP

Kujungan Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Kabupaten Banggai ke Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. (Foto: IST)

Baca Juga

Bappelitbangda Parimo Temukan Faktor Sosial Budaya Hambat Penanganan Ibu Hamil

Ibrahim Minta Orang Tua Perkuat Pendampingan Anak di Era Digital

Diduga Demi Judol, Dua Pria Asal Bualemo Gasak Alfamidi Boyou

BANGGAI, theopini.id — Anak-anak Suku Loinang di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kini memiliki akses pendidikan yang lebih dekat.

Setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan, tiga fasilitas pendidikan jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) kini telah berdiri di wilayah tersebut.

“No one left behind. Tidak boleh ada satupun yang tertinggal, seperti prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Itu yang kami pegang,” ujar Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah Banggai, Nurhaidah, saat mendampingi pejabat Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Kabupaten Banggai yang berkunjung ke Tombiobong, Jumat, 6 November 2026.

Sebelum jembatan gantung dibangun pada 2018, masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Loinang yang mendiami dusun tersebut menghadapi keterbatasan akses.

Saat musim penghujan, arus deras sungai yang memisahkan Tombiobong dengan wilayah lain di Desa Maleo Jaya menjadi ancaman bagi warga.

Sungai itu juga menjadi jalur yang harus dilalui anak-anak untuk mengakses pendidikan. Pembangunan jembatan gantung pada 2018 mengatasi satu persoalan, tetapi anak-anak masih harus berjalan kaki sejauh empat kilometer untuk mencapai sekolah.

Melihat kondisi tersebut, Aisyiyah Banggai mulai menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Tombiobong. Setelah delapan tahun pendampingan, kini tiga fasilitas pendidikan, masing-masing jenjang TK, SD, dan SMP, telah tersedia bagi masyarakat setempat.

Pendampingan tidak hanya menyasar sektor pendidikan. Aisyiyah Banggai juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi, Baznas, dan Pemerintah Kabupaten Banggai, untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Hasil kolaborasi tersebut antara lain tersedianya sarana air bersih dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang digunakan untuk menerangi rumah-rumah warga.

Di sektor ketahanan pangan, Aisyiyah Banggai memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk membudidayakan sejumlah komoditas pertanian.

“Untuk mendukung ketahanan pangan, Aisyiyah melatih warga membudi daya tanaman jagung, kacang tanah, dan bawang merah,” kata Nurhaidah.

Atas kerja pendampingan tersebut, Kementerian PPN/Bappenas memberikan penghargaan SDGs Action Awards kepada Aisyiyah Banggai pada 2024.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan keberhasilan Aisyiyah menjalankan program pemberdayaan tidak terlepas dari upaya membangun kepercayaan masyarakat.

Dia juga mengapresiasi kolaborasi Aisyiyah Banggai, Pemerintah Daerah Banggai, pihak swasta, dan instansi terkait dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat Tombiobong.

“Tanpa adanya kerja sama, ini sulit terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Banggai, Pupung Diliyanto, berharap kunjungan Kementerian PPN/Bappenas ke Tombiobong dapat membantu mengakomodasi kebutuhan dasar masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami pun hadir di sini untuk mengidentifikasi kebutuhan lain yang belum terpenuhi,” kata Pupung.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Daerah Banggai melalui dinas terkait juga menyerahkan sejumlah bantuan pangan dan alat tulis kepada masyarakat.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Helmi Liana

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #AisyiyahBanggai#KabupatenBanggai#PemdaBanggai#Sulteng
Previous Post

Diduga Demi Judol, Dua Pria Asal Bualemo Gasak Alfamidi Boyou

Next Post

Ibrahim Minta Orang Tua Perkuat Pendampingan Anak di Era Digital

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Seragam Gratis dan Sekolah Satu Atap, Upaya Parimo Tekan ATS

Seragam Gratis dan Sekolah Satu Atap, Upaya Parimo Tekan ATS

5 November 2026
Milad ke-7 Ponpes Alzahrul Khairat, Wagub Idah Tekankan Pendidikan Karakter Generasi Muda

Milad ke-7 Ponpes Alzahrul Khairat, Wagub Idah Tekankan Pendidikan Karakter Generasi Muda

1 November 2026
Lewat PIJAR, Hestiwati Dorong Penguatan Peran Bunda PAUD

Lewat PIJAR, Hestiwati Dorong Penguatan Peran Bunda PAUD

31 Oktober 2026
Siswa Dirgantara Flight School Palu Praktik Penanganan Korban Bersama Basarnas

Siswa Dirgantara Flight School Palu Praktik Penanganan Korban Bersama Basarnas

29 Oktober 2026
Disdikbud Parimo Terapkan PJJ Dua Hari akibat Kabut Asap

Disdikbud Parimo Terapkan PJJ Dua Hari akibat Kabut Asap

29 Oktober 2026
PJJ Siswa PAUD hingga SMP di Parimo Belum Berlaku, Tunggu Arahan Bupati

PJJ Siswa PAUD hingga SMP di Parimo Belum Berlaku, Tunggu Arahan Bupati

27 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Ini Isi Surat Kemenkes Soal Perubahan Mekanisme Bappelitbangda Parimo Temukan Faktor Sosial Budaya Hambat Penanganan Ibu Hamil

Bappelitbangda Parimo Temukan Faktor Sosial Budaya Hambat Penanganan Ibu Hamil

7 November 2026
Ibrahim Minta Orang Tua Perkuat Pendampingan Anak di Era Digital

Ibrahim Minta Orang Tua Perkuat Pendampingan Anak di Era Digital

7 November 2026
Dari Jalan Kaki 4 Kilometer, Anak Suku Loinang Kini Punya Sekolah hingga SMP

Dari Jalan Kaki 4 Kilometer, Anak Suku Loinang Kini Punya Sekolah hingga SMP

7 November 2026
Diduga Demi Judol, Dua Pria Asal Bualemo Gasak Alfamidi Boyou

Diduga Demi Judol, Dua Pria Asal Bualemo Gasak Alfamidi Boyou

7 November 2026
Hadapi Tantangan Digital, Wahdah Islamiyah Parimo Bekali Orang Tua Ilmu Pengasuhan

Hadapi Tantangan Digital, Wahdah Islamiyah Parimo Bekali Orang Tua Ilmu Pengasuhan

7 November 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Tari Dunia Nu Ngana, Merawat Budaya Kaili dan Mengangkat Hak Anak

Tari Dunia Nu Ngana, Merawat Budaya Kaili dan Mengangkat Hak Anak

4 November 2026
Dua Karhutla Terjadi di Moutong, Puluhan Hektare Lahan Perkebunan Terbakar

Dua Karhutla Terjadi di Moutong, Puluhan Hektare Lahan Perkebunan Terbakar

6 November 2026
GTRA Banggai Identifikasi 260,54 Hektare Lahan untuk Reforma Agraria

GTRA Banggai Identifikasi 260,54 Hektare Lahan untuk Reforma Agraria

4 November 2026
Parimo Kantongi Bantuan Pertanian Rp164 Miliar, Kakao Terbesar

Parimo Kantongi Bantuan Pertanian Rp164 Miliar, Kakao Terbesar

5 November 2026
Kepala BKN Dorong ASN Banggai Terapkan Tiga Kunci Perubahan Birokrasi

Kepala BKN Dorong ASN Banggai Terapkan Tiga Kunci Perubahan Birokrasi

4 November 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d