PARIMO, theopini.id – Warga Dusun Toriapes, Desa Kasimbar, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengeluhkan kondisi akses jalan yang rusak di wilayah tersebut.
Keluhan itu, disampaikan dalam diskusi bersama Bupati Parimo, H. Erwin Burase, usai panen perdana padi di lokasi program cetak sawah di Dusun Toriapes, Desa Kasimbar, Selasa, 6 Oktober 2026.
“Di Dusun Toriapes ini dihuni kurang lebih 200 kepala keluarga, dengan latar belakang suku dan agama yang beragam. Mereka hidup berdampingan di sini, Pak Bupati,” ungkap Kepala Desa Kasimbar, M. Ihwan Sudirham.
Sebagian besar masyarakat, kata Ihwan, menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perkebunan, seperti durian, cengkeh, kakao, dan komoditas lainnya.
Menurutnya, salah satu kebutuhan paling mendesak masyarakat adalah perbaikan akses jalan yang kondisinya rusak dan memprihatinkan.
Jalan tersebut digunakan masyarakat dari tiga wilayah, yakni Toriapes, TSM, dan Posono Atas. Kondisinya menjadi keluhan yang terus disampaikan warga.
Saat musim hujan, kondisi jalan semakin sulit dilalui. Dampaknya, aktivitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah, ikut terganggu.
“Kami minta jalan ini dibenahi supaya masyarakat bisa lebih aman. Kalau hujan, sulit diakses, sehingga anak-anak juga tidak bisa bersekolah,” ujarnya.
Selain jalan, Ihwan menyampaikan kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang juga membutuhkan perhatian.
Bangunan Pustu yang rusak membuat bidan tidak lagi bersedia tinggal di fasilitas tersebut karena khawatir terhadap keselamatannya.
“Bidannya sudah tidak mau tinggal karena bangunannya rusak. Kami memohon agar ini juga mendapat perhatian,” katanya.
Di sektor pertanian, ia mengatakan masyarakat membutuhkan kebijakan yang dapat memudahkan pembukaan lahan sawah baru melalui program cetak sawah.
Salah satu kendalanya adalah persyaratan lahan minimal lima hektare dalam satu hamparan.
“Kami berharap ada kebijakan karena masyarakat ingin membuka sawah dan lahan baru, tetapi terkendala persyaratan lima hektare dalam satu hamparan,” ujarnya.
Ihwan juga menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap bantuan redistribusi tanah serta pengadaan sertifikat secara gratis.
Selain itu, akses air bersih masih menjadi persoalan karena bak penampungan yang telah lama dibangun belum dapat dimanfaatkan.
Namun, dari sejumlah kebutuhan tersebut, Ihwan menegaskan akses jalan menjadi persoalan yang paling membutuhkan perhatian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Parimo, H. Erwin Burase, mengatakan pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan jalan menuju Dusun Toriapes, Kecamatan Kasimbar, pada tahun depan.
“Insyaallah akan kami prioritaskan tahun depan, baik dianggarkan dari APBD Parimo maupun diusulkan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program BERANI Lancar,” kata dia.
Ia juga mengatakan sektor pertanian dan perkebunan akan menjadi perhatian pemerintah, terutama melalui perbaikan akses jalan.
Menurutnya, perbaikan akses jalan tidak hanya memudahkan aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat memperpendek rantai pasok hasil pertanian dan perkebunan.
“Pertanian dan perkebunan akan diprioritaskan, terutama akses jalan. Ini bisa memotong rantai pasok,” tukasnya.
Terkait perbaikan Pustu, Erwin mengatakan hal tersebut juga akan menjadi prioritas. Menurutnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan respons terkait pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan saat kunjungan Pemda Parimo beberapa waktu lalu.
“Saya akan koordinasi dengan OPD terkait, nanti dibuat usulannya agar bisa diperbaiki Pustunya, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














