the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

DP3AP2KB Parimo Minta Desa Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

the OPINIbythe OPINI
9 Oktober 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
9 Oktober 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
DP3AP2KB Parimo Minta Desa Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Kepala DP3AP2KB Parimo, Kartikowat saat rapat koordinasi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, TPPO, ABH, serta pencegahan perkawinan anak di Kecamatan Kasimbar, Rabu, 7 Oktober 2026. (Foto: IST)

Baca Juga

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

PARIMO, theopini.id — Pemerintah desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, diminta memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sepanjang 2025, tercatat 67 kasus kekerasan terhadap dua kelompok tersebut, termasuk 33 kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Parimo, Kartikowati, mengatakan pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kabupaten, tetapi perlu melibatkan pemerintah desa, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Kita tidak boleh hanya bergerak setelah korban datang melapor. Kita harus bergerak sebelum kekerasan terjadi,” kata Kartikowati saat rapat koordinasi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak berhadapan dengan hukum (ABH), serta pencegahan perkawinan anak di Kecamatan Kasimbar, Rabu, 7 Oktober 2026.

Berdasarkan data DP3AP2KB Parimo, dari 67 kasus yang tercatat sepanjang 2025, sebanyak 43 kasus menimpa anak. Rinciannya, 33 kasus kekerasan seksual dan delapan kasus kekerasan fisik.

Pada kelompok perempuan dewasa, tercatat 24 kasus, terdiri atas 15 kasus kekerasan fisik, delapan kasus kekerasan seksual, dan satu kasus penelantaran.

Kartikowati juga memaparkan bahwa hingga 6 Oktober 2025, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 76 kasus.

Data tersebut, mencakup 27 kasus kekerasan seksual terhadap anak, 23 kasus kekerasan fisik terhadap perempuan dewasa, dan 15 kasus kekerasan fisik terhadap anak, serta kasus kekerasan psikis dan persoalan hak asuh anak.

“Di balik satu angka kasus, ada satu korban. Di balik satu korban, ada masa depan yang harus kita selamatkan,” ujarnya.

Dua Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Kasimbar

Di Kecamatan Kasimbar, DP3AP2KB mencatat satu kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dewasa dan dua kasus terhadap anak sepanjang 2025. Hingga 6 Oktober 2026, dua kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali tercatat di wilayah tersebut.

Kartikowati meminta pemerintah desa dan masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda kemungkinan terjadinya kekerasan, seperti perubahan perilaku anak, ketakutan terhadap seseorang, atau anak yang tiba-tiba berhenti sekolah.

Menurutnya, indikasi kekerasan maupun eksploitasi perlu ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pihak berwenang. Masyarakat juga diminta mewaspadai perekrutan tenaga kerja yang mencurigakan, dugaan TPPO, kekerasan dalam rumah tangga, dan rencana perkawinan anak.

Ia menambahkan, anak yang berhadapan dengan hukum harus mendapat pendampingan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, bukan langsung diberi stigma.

Sementara itu, pencegahan perkawinan anak membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.

Kartikowati berharap, rapat koordinasi tersebut menghasilkan kerja sama nyata hingga tingkat desa, bukan berhenti sebagai kegiatan sosialisasi.

“Jangan diam ketika melihat kekerasan. Diam bukan berarti netral. Diam dapat membuat korban semakin rentan dan pelaku semakin leluasa,” katanya.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Saiful

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DP3AP2KBParimo#KemenPPPA#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Wagub Reny Minta Pusat Bantu Renovasi 220 Puskesmas di Sulteng

Next Post

TP-PKK Makassar Dorong Motif Budaya Lokal Jadi Produk Ekonomi Kreatif

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

9 Oktober 2026
Warga Pondok Karya Terancam Digusur, Pemprov Sulteng Diminta Hadir

Warga Pondok Karya Terancam Digusur, Pemprov Sulteng Diminta Hadir

8 Oktober 2026
Lantik Pejabat, Bupati Banggai Ingatkan Jabatan Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Lantik Pejabat, Bupati Banggai Ingatkan Jabatan Bukan untuk Kepentingan Pribadi

8 Oktober 2026
Gubernur Sulteng Ajak Istri Birokrat Dorong Suami Utamakan Pelayanan

Gubernur Sulteng Ajak Istri Birokrat Dorong Suami Utamakan Pelayanan

8 Oktober 2026
Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

7 Oktober 2026
Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

7 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

9 Oktober 2026
Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

9 Oktober 2026
Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

9 Oktober 2026
Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

9 Oktober 2026
TP-PKK Makassar Dorong Motif Budaya Lokal Jadi Produk Ekonomi Kreatif

TP-PKK Makassar Dorong Motif Budaya Lokal Jadi Produk Ekonomi Kreatif

9 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pencarian Nelayan Hilang Kontak di Touna Hari Kedua Masih Nihil

Pencarian Nelayan Hilang Kontak di Touna Hari Kedua Masih Nihil

3 Oktober 2026
Lima SPPG di Parimo Belum Kantongi Pertek Limbah, DLH Targetkan Rampung 2026

Lima SPPG di Parimo Belum Kantongi Pertek Limbah, DLH Targetkan Rampung 2026

7 Oktober 2026
Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

7 Oktober 2026
Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

6 Oktober 2026
Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

7 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d