PARIMO, theopini.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong (Parimo), telah melaporkan kemunculan monyet liat di pemukiman warga Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah.
“Awalnya, kami menerima laporan kemunculan monyet liat itu dari Babinkamtibmas di Desa Dolago,” kata Kepala Bidang Penataan dan Penaatan, DLH Parimo, Muhammad Idrus, di Parigi, Selasa, 23 Januari 2024.
Baca Juga: Kemunculan Seekor Monyet Liar Resahkan Warga Dolago
Menurutnya, warga meminta monyet liat tersebut direlokasi dari Desa Dolago, karena dikhawatirkan akan membahayakan mereka.
Sehingga untuk menindaklanjuti laporan itu, pihaknya berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dolago Tanggunung.
Pada Minggu, 21 Januari 2024, tim telah diturunkan untuk menangani monyet liar itu di Desa Dolago, tetapi belum ditemukan.
“Sehingga kami diminta mengirimkan aduan ke BKSDA Sulawesi Tengah, dan sudah kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Informasi terakhir, kata dia, tim yang ditugaskan bersama masyarakat telah melakukan identifikasi, untuk mengetahui keberadaan monyet liar tersebut.
Hanya saja, ia mengaku belum mengetahui perkembangan terakhir, apakah monyet liar itu telah berhasil ditangkap.
“Tetapi, kami mendapatkan informasi ukuran monyet liar berwarna hitam itu, besar dan memegang gunting. Makanya, dikhawatirkan mengejar anak-anak yang sedang bermain,” ungkapnya.
Idrus mengatakan, pihaknya juga telah mengimbau warga Dolago untuk tidak memberikan makanan, bila menemukan monyet liar tersebut.
Baca Juga: Terget Adipura, DLH Palu Perkuat Peran Koordinator dalam Menjaga Kebersihan
Sebab, dikhawatirkan monyet liar ini berasal dari kawasan hutan atau pegunungan tak jauh Desa Dolago, yang akan mengundang kawanannya.
“Kami belum tahu pasti, apakah peliharanaan atau memang berasal dari pegunungan. Informasi warga, monyet itu tiba-tiba muncul,” pungkasnya.












