Warga Laporkan Aktivitas Pertambangan Emas Ilegal di Desa Air Panas

PARIMO, theopini.id Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menerima aduan warga, ihwal aktivitas pertambangan emas ilegal di Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat.

“Kami menerima aduan masyarakat Desa Air Panas, pada 6 Januari 2024, menyangkut aktivitas pertambangan emas ilegal,” kata Kepala Bidang Penataan dan Penaatan, pada DLH Parimo, Muhammad Idrus, di Parigi, 23 Januari 2024.

Baca Juga: Begini Kondisi Desa Air Panas Pasca Tambang Emas Ilegal Tak Beroperasi

Berdasarkan keterangan warga, kata dia, para penambang yang sempat beraktivitas di Desa Lemusa, pindah ke lokasi Desa Air Panas.

Padahal, Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Sulawesi, telah menghentikan aktivitas para penambang di Desa Lemusa, saat Inspeksi Mendadak (Sidak) beberapa bulan lalu.

“Jadi saya sangat menyayangkan, kenapa berpindah lagi ke Desa Air Panas. Masyarakat merasa sangat dirugikan,” imbuhnya.

Bahkan, masih menggunakan lokasi lama, tempat para penambang emas ilegal yang sebelumnya beroperasi di Desa Air Panas.

“Mungkin, karena lokasi itu sudah milik para penambang. Jadi mereka memindahkan alat beratnya dari Desa Lemusa ke Air Panas,” jelasnya.

Idrus mengatakan, warga Desa Air Panas telah berupaya melakukan perlawanan. Namun, para penambang tetap saja melakukan aktivitasnya.

Hingga kini, ia mengaku, belum mengetahui siapa aktor yang melindungi aktivitas pertambangan emas ilegal tersebut, sehingga masih tetap beroperasi.

“Saya juga belum mengkonfirmasi kepala desa setempat. Rencananya, setelah kami balik dari Kecamatan Moutong. Sekaligus meminta keterangan dari pihak penambang,” tuturnya.

Selain itu, melihat kondisi Desa Air Panas dan Kayuboko yang labil, akan semakin diperparah karena dampak aktivitas pertambangan tersebut.

Baca Juga: Polisi Temukan Alat Produksi Pertambangan di Hulu Sungai Taopa

Sebab, dampak aktivitas pertambangan ilegal sebelumnya, telah mengakibatkan banyak kerusakan yang menyebabkan dua desa di Kecamatan Parigi Barat itu, menjadi sasaran banjir.

“Sangat berdampak. Sudah sering banjir, karena gerusan tanah. Begitu hujan datang, menutupi alur sungai, air akan meluap ke pemukiman warga,” pungkasnya.

Komentar