PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Apt. Mohammad Basuki, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan komunikasi dan sosialisasi secara menyeluruh, sebelum menjalankan Program BERANI Berkah yang memberikan tambahan kesejahteraan bagi imam masjid.
Permintaan tersebut, disampaikan Basuki saat Rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Parimo, Kamis, 16 Juli 2026.
“Saya harap segala teknisnya dilakukan dengan baik, karena program ini bisa saja memicu konflik antarimam jika tidak dikomunikasikan secara matang,” ujar Basuki.
Ia menilai, kebijakan pemberian honorarium sebesar Rp2 juta per bulan kepada satu imam di setiap kecamatan perlu ditata dengan baik.
Pasalnya, di setiap masjid umumnya terdapat lebih dari satu imam, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan kecemburuan atau konflik internal.
Menurutnya, besaran honorarium tersebut juga jauh berbeda dibanding honor yang diterima imam saat ini, yakni sekitar Rp500 ribu yang dibayarkan setiap tiga bulan.
“Jangan sampai karena kurangnya komunikasi, imam yang lain justru mengurangi perannya akibat adanya perbedaan honorarium ini,” katanya.
Basuki mengaku telah menerima sejumlah laporan dari para imam terkait pelaksanaan program tersebut.
Karena itu, ia meminta pemerintah segera menindaklanjutinya dengan memberikan penjelasan dan sosialisasi yang memadai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Kesra Setda Parimo, Marzuk Hulolo, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, Program BERANI Berkah bagi imam masjid akan mulai dilaksanakan melalui pergeseran anggaran tahun ini.
Menurutnya, penentuan imam penerima manfaat dilakukan oleh masing-masing kecamatan, sedangkan pembayaran honorarium akan ditransfer langsung ke rekening pegawai syar’i.
“Dengan kelengkapan administrasi berupa alamat masjid dan surat keputusan camat, kami berharap program ini tidak menimbulkan konflik internal,” kata Marzuk.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin















