the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ragam

Lima Band Asal Poso Lunsurkan Album Kompilasi Bertajuk Satuara

the OPINIbythe OPINI
12 Agustus 2024
in Ragam
Reading Time: 4 mins read
the OPINIbythe OPINI
12 Agustus 2024
in Ragam
Reading Time: 4 mins read
Lima Band Asal Poso Lunsurkan Album Kompilasi Bertajuk Satuara

Peluncuran album kompilasi bertajuk satuara, yang digarap lima band asal Kabupaten Poso, Sabtu, 10 April 2024. (Foto: istimewa)

POSO, theopini.id – Lima band asal Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, meluncurkan album kompilasi bertajuk Satuara, dalam acara Kemping Padusatu di Hutan Pinus Panorama Tentena, Sabtu 10 Agustus 2024.

Seratusan penonton antusias menanti penampilan band, meski udara sejuk mulai menggigit pada pukul 22:00wita.

Baca Juga: Rakor Kemendikbudristek: Luncurkan Arsitektur SPBE Transformasi Digital Pendidikan

Album yang digarap selama hampir 4 bulan ini, berisi lima lagu menggambarkan toleransi, kebudayaan dan persaudaraan di Kabupaten Poso.

Baca Juga

Parimo Berpeluang Dapat Dukungan Alsintan dari Kementan

DASHAT dan Minlok Masuk Temuan BPK, DPRD Parimo Rekomendasikan Inspeksi Khusus di DP3AP2KB

Bupati Erwin Burase Ajak Pemuda GKST Jadi Mitra Pembangunan Daerah

Mereka juga menyelipkan pengingat tentang ancaman kerusakan alam, disebabkan manusia dan intoleransi yang harus diantisipasi terutama oleh kaum mudanya.

Lima band/musisi yang terlibat adalah Borgol, NFLY, YET, Guritan Kabudul dan Stonehead.

Kelima band/musisi ini, juga menggambarkan keragaman bukan hanya genre musik, tapi latarbelakang para personilnya.

Hawa sejuk berangin berganti hangat, saat NFLY yang jadi penampil pertama menghentak panggung dengan lagu Persepsi.

Setelah itu, disusul YET dengan lagu Coside. Kelar itu, disusul oleh Stonehead dengan lagu Anisoptera dan ditutup Guritan Kabudul yang membawakan Sampuraga.

Sepanjang hampir satu jam, kelima band ini menampilkan kekhasan masing-masing dihadapan penonton.

Saiful Dunda, anggota komunitas Kurang Kreatif yang menjadi penggagas album ini mengatakan, kolaborasi menjadi wadah mereka menyatukan suara untuk mewartakan keadaan Poso yang sebenarnya kepada publik yang lebih luas.

Beragam genre di album ini, menurut dia, menambah kesempatan untuk menjangkau pendengar yang lebih beragam.

Sedangkan Ichad, salah seorang musisi di band NFLY yang terlibat dalam penggarapan album ini mengatakan, sebagai musisi mereka kerap mendapat pertanyaan mengenai kondisi keamanan di Poso.

“Masih banyak yang bertanya. Apakah Poso aman atau tidak,” kata Ichad.

Menurutnya, pertanyaan itu lahir karena image dan persepsi Poso sebagai wilayah yang pernah mengalami konflik horisontal hingga masalah terorisme masih lekat di ingatan publik Indonesia dan dunia.

Menurut dia, album ini jadi salah satu upaya mereka menceritakam langsung kepada dunia, bahwa Poso sudah menjadi wilayah yang layak dikunjungi oleh siapapun tanpa membawa rasa khawatir.

Musisi lainnya,  Eki Salua, penyanyi hip hop yang punya nama panggung Stonehead menyoroti ancaman kerusakan lingkungan serius dengan menceritakan pentingnya Capung(anisoptera) dalam sitem kehidupan di bumi. Anisoptera kemudian menjadi judul lagu yang ada di dalam album Satuara.

“Anisoptera adalah cara untuk mengukur apakah air kita masih bersih”kata Eki dari atas panggung.

Keresahan atas ancaman kerusakan lingkungan di Poso juga diapungkan Your Escape Tomorrow(YET). Lewat lagu berjudul Cocide, Iksan sang vokalis mengingatkan pengrusakan alam secara sadar dan sengaja akan memusnahkan manusia itu sendiri.

Cocide adalah Ecocide, yakni upaya penghancuran lingkungan yang dilakukan di wilayah yang tingkat kemiskinannya tinggi sehingga menimbulkan masalah sosial dan ekonomi serta wabah penyakit.

Jika YET menyoroti pemghancuran ekologi, Borgol lewat nomornya, Tamak, melihat sudut lain penyebab kerusakan lingkungan dan terjadinya konflik yakni kolaborasi kapitalisme dan intelektual penghamba uang yang membodohi masyarakatnya sendiri.

Lirik lagu Tamak juga menyoroti kondisi politik kekinian yang sering kita tonton dan baca di media. Seperti dalam bait ini.

Orang pintar semakin membodohi

Berhati suci sibuk menghakimi

Moncong senjata tega menjajah

Yang jelata dipaksa musnah

Bukan hanya menyorot masalah yang tampak di permukaan. Album Satuara, menelisik lebih dalam apa yang masih dialami banyak orang Poso. Salah satunya soal trauma.

Banyak orang berpikir ketika konflik sudah selesai yang sering hanya ditunjukkan dengan tidak adanya gangguan keamanan atau teror maka disimpulkan semua telah pulih. Padahal, ada masalah yang belum selesai yakni trauma yang masih membekas pada sebagian orang akibat konflik masa lalu.

Konflik horisontal di Poso yang sudah berlalu lebih dari 20 tahun lalu, ditambah munculnya aksi-aksi terorisme diantara 2005-2018 mengawetkan ingatan buram bukan hanya pada orang luar, tapi juga sebagian orang Poso.

Hal itu, dituangkan duet folk Guritan Kabudul yang digawangi Riston Pamona dan Raymond Kuhe, dalam lagu Sampuraga.

Liriknya bercerita tentang seorang tua, yang tinggal di sebuah desa terpencil diantara kabupaten Poso dan Tono Una-Una, yang mengira masih ada konflik horisontal terjadi di wilayah ini.

“Pak tua ini bahkan masih terus waspada karena mengira akan ada serangan yang datang ke kampungnya”kata Riston Pamona, vokalis Guritan Kabudul tentang sosok yang mereka ceritakan di lagu Sampuraga.

Baca Juga: Kemnaker Luncurkan Permenaker 5/2024 Tentang SIPK

Saiful Dunda mengatakan lima lagu di album Satuara selanjutnya bisa segera dinikmati lewat berbagai platform mulai dari spotify, apple music dan youtube.

Dia berharap, pesan yang disampaikan para musisi bukan cuma didengarkan, tapi mempengaruhi pendengarnya dan berbuah tindakan untuk menjaga lingkungan, merawat toleransi dan membuat kaum muda semakin peduli pada sesama manusia, juga seluruh ekosistem di alam semesta.***

Tags: #KabupatenPoso#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Seniman se-Sulteng Deklarasikan Dukungan untuk Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri

Next Post

Kemenkumham Sulteng Lestarikan Nilai Kepahlawanan Jelang Hari Pengayoman ke-79

the OPINI

the OPINI

Related Posts

5 Hari Pencarian Tak Membuahkan Hasil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Balut Dihentikan

5 Hari Pencarian Tak Membuahkan Hasil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Balut Dihentikan

17 Juli 2026
Kapolda Sulteng Sidak SPKT, Tekankan Pelayanan Cepat dan Humanis

Kapolda Sulteng Sidak SPKT, Tekankan Pelayanan Cepat dan Humanis

16 Juli 2026
Desa Sakinah Jaya Juara Umum MTQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara

Desa Sakinah Jaya Juara Umum MTQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara

14 Juli 2026
Wagub Sulteng Ajak Gereja Perkuat Kolaborasi Cegah Narkoba dan Dekadensi Moral

Wagub Sulteng Ajak Gereja Perkuat Kolaborasi Cegah Narkoba dan Dekadensi Moral

13 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Selpina Basrin Salurkan Bibit Jagung untuk Petani Lobu Mandiri

Dukung Ketahanan Pangan, Selpina Basrin Salurkan Bibit Jagung untuk Petani Lobu Mandiri

8 Juli 2026
Pertunjukan 100 Drone Meriahkan Langit Teluk Lalong, Jadi Daya Tarik HUT ke-66 Banggai

Pertunjukan 100 Drone Meriahkan Langit Teluk Lalong, Jadi Daya Tarik HUT ke-66 Banggai

8 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Parimo Berpeluang Dapat Dukungan Alsintan dari Kementan

Parimo Berpeluang Dapat Dukungan Alsintan dari Kementan

17 Juli 2026
DASHAT dan Minlok Masuk Temuan BPK, DPRD Parimo Rekomendasikan Inspeksi Khusus di DP3AP2KB

DASHAT dan Minlok Masuk Temuan BPK, DPRD Parimo Rekomendasikan Inspeksi Khusus di DP3AP2KB

17 Juli 2026
Bupati Erwin Burase Ajak Pemuda GKST Jadi Mitra Pembangunan Daerah

Bupati Erwin Burase Ajak Pemuda GKST Jadi Mitra Pembangunan Daerah

17 Juli 2026
5 Hari Pencarian Tak Membuahkan Hasil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Balut Dihentikan

5 Hari Pencarian Tak Membuahkan Hasil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Balut Dihentikan

17 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 6.2 M Guncang 198 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

16 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Kuota Bedah Rumah di Gorontalo Bertambah Jadi 6.066 Unit

Kuota Bedah Rumah di Gorontalo Bertambah Jadi 6.066 Unit

16 Juli 2026
Rakor Morowali, Anwar Hafid Tekankan Implementasi 9 Program BERANI

Rakor Morowali, Anwar Hafid Tekankan Implementasi 9 Program BERANI

16 Juli 2026
Palu dan Donggala Siapkan MoU, Perkuat Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pembangunan

Palu dan Donggala Siapkan MoU, Perkuat Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pembangunan

15 Juli 2026
Kapolda Sulteng Minta APH Tak Mudah Terpengaruh Informasi di Media Sosial

Kapolda Sulteng Minta APH Tak Mudah Terpengaruh Informasi di Media Sosial

14 Juli 2026
Polisi Ringkus Dua Pelaku Pencurian 80 Kilogram Tomat di Kapal KM Ratu Maria

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pencurian 80 Kg Tomat di Kapal KM Ratu Maria

13 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In