PALU, theopini.id – Pangkalan TNI AL (Lanal) Palu melakukan penanaman mangrove dan pembersihan pantai di Kawasan Ekowisata Mangrove, Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 23 September 2024.
Penanaman Mangrove ini, dipimpin Komandan Lanal Palu, Kolonel Laut (P) Marthinus, dalam memperingati Hari Maritim Nasional dan HUT ke-79 TNI.
Baca Juga: Polda Sulteng Tanam 1000 Bibit Mangrove di Pantai Popa
“Penanaman mangrove ini juga merupakan bagian dari program rutin Staf Potensi Maritim (Spotmar) Lanal Palu, yang fokus pada perlindungan lingkungan pesisir dan pemberdayaan potensi maritim lokal,” ungkap Kolonel Marthinus, dalam sambutannya.
Kegiatan ini, kata dia, merupakan langkah awal dari rangkaian program rehabilitasi hutan mangrove yang dirancang, untuk memulihkan kawasan pesisir terdampak abrasi dan penebangan liar.
Ia mengatakan, sebanyak 1.500 bibit mangrove jenis Rizophora Mocrunata akan ditanam di kawasan Pantai Tepi Laut, Kelurahan Baiya, dengan target melestarikan hingga 10 hektar lahan kritis.
“Penanaman mangrove serentak ini, merupakan bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan serta lahan,” ujarnya.
Selain itu, penanaman mangrove juga merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan, dengan memperbanyak tegakan pohon atau tanaman.
Bahkan, kata dia, meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup serta kehutanan.
“Kita pahami dan tahu persis keberadaan pohon serta tutupan lahan yang baik, akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.
Baca Juga: LPAP El-Capitan Indonesia Peringati Hari Mangrove Sedunia 2024
Kemudian, keberadaan pohon sebagai langkah positif restorasi dan melindungi lingkungan, tidak hanya memberikan manfaat bagi bumi, tetapi juga menciptakan warisan untuk generasi mendatang.
Ia menekankan, mengatasi perubahan iklim dengan menanam pohon, dan upaya pelestarian harus sejalan dengan upaya membangun kesejahteraan masyarakat.

Komentar