Rakor SIH3 Sulteng, Dibutuhkan Sistem Informasi Cuaca, Air dan Udara Terintegrasi

PALU, theopini.idKepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) Sulawesi Tengah, Sudaryano R Lamangkona menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi dan Hidrogeologi (SIH3).

Kegiatan ini, dinisiasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sulawesi Tengah, dilaksanakan di Palu, Selasa, 24 September 2024.

Baca Juga: DKIPS Sulteng Gelar Bimtek Sistem Informasi Arsitektur SPBE

“Amanat  Undang-undang Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, wajib bagi setiap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Badan Publik menyampaikan informasi yang mudah diakses melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID),” kata Sudaryano R Lamangkona.  

Salah satu informasi tersebut, kata dia, terkait data tentang kondisi perubahan cuaca yang dapat memicu bencana banjir dan longsor.

Sulawesi Tengah, merupakan wilayah yang sering terjadi bencana banjir dan longsor. Potensinya berada dihampir semua wilayah.

Olehnya, dibutuhkan SIH3 melalui sistem informasi berbasis digital. Hal ini penting, disamping sebagai Early Warning System (EWS), juga bagian dari mitigasi awal masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.

“Mengenai SIH3 merupakan jenis informasi yang setiap saat harus ada. Karena terkait cuaca, menjadi kebutuhan masyarakat, bukan hanya soal bencana. Akan tetapi kebutuhan  bagi sektor pertanian, perkebunan, kelautan, perhubungan dan sektor penting lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: BMKG Sarankan Pemprov Sulteng Lakukan Mitigasi Bencana

Di era digital yang semakin maju, dibutuhkan sistem informasi yang saling terhubung antar aplikasi dikelola masing-masingorganisasi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Sehingga, informasi tersebut sampai ke masyarakat dengan lebih cepat, mudah dibaca dan dimengerti,” imbuhnya.

Komentar