PARIMO, theopini.id — Program penyediaan lahan minimal 2 hektare per desa untuk penanaman durian menjadi salah satu fokus unggulan dalam rapat percepatan pelaksanaan 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Parimo, Zulfinasran A Tiangso didampingi Kepala Bappelitbangda Irwan, serta dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jum’at, 20 Juni 2025.
Baca Juga: 100 Hari Kerja Erwin-Sahid: Perbaiki Pengelolaan Sampah dan Perpanjang SK PPPK
Penanaman durian ini, menjadi bagian dari 19 poin program strategis yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Parimo, sebagai bentuk percepatan pembangunan berbasis potensi lokal.
Selain aspek ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui sektor agribisnis jangka panjang.
“Durian bukan sekadar tanaman. Ini adalah simbol dari keberpihakan pada potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa. Saya harap OPD teknis bisa segera menindaklanjuti penyediaan lahan dan pendampingan teknisnya,” tegas Sekda Parimo dalam arahannya.
Dalam rapat tersebut, masing-masing OPD turut memaparkan rencana kerja dan kontribusi terhadap 19 program unggulan.
Program unggulan tersebut, mencakup pengantaran pasien rujukan gratis, pengadaan pakaian sekolah gratis untuk siswa baru, layanan kesehatan mobile, hingga penanganan aktivitas ilegal seperti logging, mining, dan fishing.
Zulfinasran juga menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor agar target-target ambisius yang telah dicanangkan dapat terwujud tepat waktu.
Baca Juga: Wagub Sulteng Pimpin Rakor Jelang 100 Hari Kerja
“Kita butuh kerja cepat, tepat, dan terpadu. Ini soal membuktikan komitmen pemerintahan baru kepada rakyat,” ujarnya.
Dengan adanya komitmen ini, program penanaman durian di setiap desa diharapkan tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi juga warisan ekonomi jangka panjang bagi generasi di Kabupaten Parimo.
Baca berita lainnya di Google News













