DLH Parimo Dorong Partisipasi Masyarakat Cegah Kerusakan Lingkungan

PARIMO, theopini.id Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mulai menggerakkan kekuatan masyarakat melalui program Sistem Informasi Penataan dan Penaatan Lingkungan Berbasis Partisipasi Masyarakat (Simpel Bisma).

Menurut Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup DLH Parimo, Muhammad Idrus, pendekatan partisipatif ini menjadi langkah strategis menghadapi maraknya kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal, penebangan liar, dan praktik perikanan yang merusak.

Baca Juga: Air Berlumpur, Sawah Terancam: Jeritan Petani di Tengah Kepungan Tambang

“Peran aktif masyarakat adalah kunci. Mereka berada di garis depan, yang paling dekat dan paling terdampak. Karena itu, kami ingin mereka juga menjadi bagian dari solusi,” ujar Idrus di Parigi, Selasa, 1 Juli 2025.

Melalui Simpel Bisma, DLH Parimo membentuk dan membina Kelompok Pemerhati Lingkungan di sejumlah kecamatan.

Kelompok ini, kata dia, dilatih mengenali kerusakan lingkungan, mengoperasikan GPS untuk penandaan lokasi, hingga menyusun laporan aduan yang sistematis.

“Mereka juga diberikan pemahaman mengenai sistematika perizinan lingkungan,” ujarnya.

Idrus menyebut, penguatan kapasitas masyarakat tersebut sejalan dengan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-undang tersebut, menjamin hak serta kesempatan masyarakat untuk berperan dalam pelestarian lingkungan.

Program ini, telah diawali dengan kegiatan kemah lingkungan di Pantai Arjuna, Desa Tolai Barat, pada 29–30 Juni 2025.

Kegiatan tersebut, melibatkan anggota Forum Komunikasi Pemerhati dan Pemerhati Alam Terpadu (FKPAPT) serta anggota Saka Wanabakti Parimo.

Baca Juga: Gubernur Gorontalo Ingatkan Dampak Sosial dan Lingkungan Akibar Pertambangan

“Untuk tahap awal, kami telah menjangkau 10 kecamatan dengan 50 peserta. Tahap berikutnya akan mencakup 13 kecamatan lainnya, dan jangka panjangnya, kelompok ini akan dibentuk di setiap desa,” tambahnya.

Dengan menggandeng masyarakat secara langsung, DLH Parimo berharap, pengawasan terhadap lingkungan bisa lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan, langsung dari tangan mereka yang hidup berdampingan dengan alam.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar