Pemda Parimo Alokasikan Rp1,5 Miliar dari BTT untuk Penanganan KLB Malaria

PARIMO, theopini.idPemerintah Derah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 miliar yang bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT) untuk menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria.

“Penggunaan BTT jadi alasan kita mempercepat penetapan status dari penyebaran malaria itu,” ungkap Bupati Parimo, H Erwin Burase, usai berdiskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat di Parigi, Selasa, 2 September 2025.

Baca Juga: Pemda Parimo Tetapkan KLB Malaria Selama 30 Hari

Ia menegaskan, BTT tidak hanya diperuntukkan bagi bencana alam, tetapi juga bisa digunakan untuk penanganan non-bencana, termasuk malaria yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tanggap darurat.

Tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan malaria pun mulai diturunkan, terutama di wilayah Sausu yang menjadi lokasi pertambangan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Parimo, Zulfinasran Ahmad, yang juga ditunjuk sebagai Ketua Satgas Penanganan Malaria, menjelaskan alokasi Rp1,5 miliar tersebut di luar biaya operasional satgas yang ditanggung BPBD.

“Ini di luar dari operasional satgas yang ditangani BPBD,” tegas Zulfinasran.

Ia menyebutkan, Satgas akan menggelar rapat mingguan untuk mengevaluasi laporan penanganan dari setiap wilayah.

Berbeda dengan penanganan demam berdarah, pada kasus malaria, satgas akan menggunakan larvasida cair yang disebar ke genangan air sebagai tempat perkembangbiakan jentik nyamuk.

Baca Juga: Parimo Rekomendasikan Status Siaga Darurat untuk KLB Malaria

“Kita juga dibebankan pengadaan rapid test malaria sebesar 40 persen, selebihnya ditangani oleh provinsi dan pusat,” jelasnya.

Zulfinasran menambahkan, terdapat lima kecamatan yang menjadi wilayah penyebaran kasus malaria. Untuk itu, pemerintah daerah menginstruksikan setiap desa agar turut terlibat dalam upaya penanganan. Saat ini, jumlah kasus malaria di Kabupaten Parimo tercatat sudah mencapai 160 kasus.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar