PARIMO, theopini.id – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memfokuskan 2026 sebagai fase penguatan daya saing sektor pariwisata, melalui penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten (RIPARKAB).
Selain mematangkan dokumen perencanaan tersebut, Disporapar Parimo juga mengoptimalkan promosi berbasis event untuk mendorong potensi unggulan daerah, terutama kawasan Teluk Tomini.
“Sangat penting dua program ini, karena menjadi dasar pengembangan pariwisata ke depan,” ujar Kepala Disporapar Parimo, Enang Pandake, melalui Kepala Bidang Pariwisata, Muh. Rizal, Jum’at, 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Parimo memiliki potensi besar, mulai dari pesisir Teluk Tomini hingga agrowisata di sejumlah kecamatan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan sehingga promosi harus dilakukan secara efektif dan kreatif.
“Kita tidak mau menjadikan minimnya anggaran sebagai alasan. Semua daerah mengalami efisiensi, sehingga promosi harus dimaksimalkan melalui event,” jelasnya.
Salah satu event unggulan yang terus didorong adalah Festival Teluk Tomini (FTT) sebagai etalase promosi wisata dan budaya lokal.
Meski tahun ini FTT belum masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN), Disporapar tetap menjadikannya sebagai instrumen utama promosi daerah.
“Walaupun belum masuk KEN, FTT tetap menjadi media penting untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya kita,” katanya.
Di sisi perencanaan, penyusunan RIPARKAB dinilai krusial karena sejak Parimo berdiri belum memiliki dokumen induk pengembangan pariwisata.
Pada 2025, proses penyusunan Peraturan Daerah (Perda) telah berjalan dan kini memasuki tahap perbaikan sebelum disosialisasikan kepada masyarakat.
“Tahun ini kami mulai sosialisasi ke masyarakat. Targetnya Triwulan II dan III dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah,” ungkap Rizal.
Menurutnya, RIPARKAB akan menjadi panduan komprehensif dalam pengembangan destinasi, pengelolaan potensi, hingga penguatan kelembagaan pariwisata. Dokumen tersebut juga menjadi syarat penting dalam pengajuan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.
“Selama ini ketika kita mengusulkan anggaran ke pusat selalu ditanyakan dasar perencanaannya. Dengan RIPARKAB, kita memiliki landasan hukum dan perencanaan yang jelas,” jelasnya.
Melalui penguatan perencanaan dan promosi tersebut, Disporapar Parimo berharap pembangunan sektor pariwisata tidak lagi bersifat sporadis, melainkan terarah dan berkelanjutan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar