PALU, theopini.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengedepankan langkah pencegahan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, setiap persoalan administrasi harus dikonsultasikan sejak dini, agar tidak berkembang menjadi persoalan hukum.
“Silakan bertanya apabila ada hal-hal yang masih menjadi keraguan. Sekarang kita harus lebih berhati-hati. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Prinsip pencegahan harus menjadi budaya dalam menjalankan pemerintahan,” tegas Reny saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin, 13 Juni 2026.
Ia mengatakan, forum koordinasi pengawasan harus dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka bagi seluruh kepala perangkat daerah untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan tata kelola pemerintahan.
Langkah tersebut, dinilai penting sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran.
Reny menegaskan, komitmen kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid bersama dirinya adalah membangun pemerintahan yang mengedepankan prinsip clean and good governance, dengan menempatkan integritas sebagai fondasi utama birokrasi.
“Kita ingin menjalankan roda pemerintahan yang bersih terlebih dahulu, baru kemudian menjadi pemerintahan yang baik. Tidak bisa hanya baik, tetapi tidak bersih. Karena itu yang kita bangun adalah clean and good governance,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintahan yang profesional dan dipercaya masyarakat hanya dapat terwujud apabila seluruh aparatur sipil negara menjunjung tinggi kejujuran, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan.
Ia juga mengingatkan setiap ASN agar menjaga integritas sejak awal menerima amanah jabatan. Menurutnya, komitmen moral menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai godaan yang dapat mencederai kepercayaan publik.
“Kalau kita sudah bersih, insya Allah kita akan menjadi baik. Semua berawal dari niat. Jangan sampai ketika diberi amanah jabatan justru muncul kepentingan-kepentingan pribadi. Mari kita tetap berada di jalan yang benar agar setiap langkah pengabdian mendapat keberkahan dari Allah SWT,” pesannya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap seluruh perangkat daerah semakin memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta membangun budaya kerja yang berintegritas demi mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Rapat koordinasi itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, Inspektur Provinsi Sulawesi Tengah Fahrudin Yambas, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah La Ode Abdul Sofyan, serta para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira






