Pemkot Palu Luncurkan e-Perpustakaan Palu Mapande, Perluas Akses Literasi Digital

PALU, theopini.id Pemerintah Kota (Pemkot) Palu resmi meluncurkan layanan digital e-Perpustakaan Palu Mapande, sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap sumber ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat budaya literasi di era digital.

“Kehadiran e-Perpustakaan Palu Mapande merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengakses koleksi buku digital secara lebih mudah, cepat, dan fleksibel, kapan saja dan di mana saja,” ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Palu, Nathan Pagasongan, saat me-launching aplikasi tersebut, Kamis, 4 Juni 2026.

Peluncuran yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu itu, berlangsung di ruang pertemuan kantor setempat dan dihadiri pejabat pemerintah, pegiat literasi, tenaga pendidik, serta sejumlah undangan.

Nathan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan layanan tersebut. Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan pengetahuan sehingga layanan perpustakaan juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Melalui aplikasi e-Perpustakaan Palu Mapande, masyarakat dapat mengakses berbagai koleksi buku digital beserta fitur pendukung yang dirancang untuk memberikan pengalaman membaca dan belajar yang lebih mudah serta nyaman.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang ditopang oleh budaya membaca dan belajar yang kuat.

Karena itu, layanan perpustakaan digital diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, ASN, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

Nathan juga menjelaskan, nama “Palu Mapande” yang disematkan pada aplikasi tersebut mencerminkan harapan lahirnya generasi Kota Palu yang semakin cerdas, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga pendidik, komunitas literasi, serta orang tua untuk mendukung pemanfaatan perpustakaan digital tersebut dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta menghasilkan solusi terhadap berbagai tantangan kehidupan. Dengan masyarakat yang literat, kita akan memiliki masyarakat yang lebih produktif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan zaman,” katanya.

Peluncuran e-Perpustakaan Palu Mapande, ditandai dengan prosesi launching secara simbolis yang menjadi tonggak baru penguatan literasi digital di Kota Palu.

Kehadiran layanan tersebut, diharapkan mampu memberikan akses bacaan yang lebih mudah, modern, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar