Imelda Dorong Sektor Usaha Jadi Pelopor Pemilahan Sampah di Kota Palu

PALU, theopini.idWakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mendorong rumah sakit, hotel, restoran, kafe, dan pelaku usaha lainnya untuk menjadi pelopor dalam penerapan pemilahan sampah dari sumbernya, guna mendukung terwujudnya Kota Palu yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Masalah pemilahan sampah ini sebenarnya sudah cukup lama disosialisasikan. Regulasi kita juga sudah ada sejak tahun 2016 dan diperkuat dengan peraturan wali kota tahun 2017. Namun, melihat kondisi yang ada saat ini, sepertinya kita harus memulai kembali dari awal,” ujar Imelda saat membuka Sosialisasi Pemilahan Sampah Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, meskipun pemerintah telah memiliki regulasi terkait pengelolaan sampah, penerapan pemilahan sampah di berbagai sektor masih perlu diperkuat.

Karena itu, sosialisasi yang melibatkan rumah sakit, perhotelan, restoran, kafe, dan pelaku usaha lainnya dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman, sekaligus mendorong implementasi yang lebih konsisten.

“Yang jelas, sampah basah tidak boleh dicampur dengan sampah kering. Begitu juga sampah kaca atau pecahan beling harus dipisahkan. Praktik seperti ini bukan hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain,” katanya.

Imelda menjelaskan, pemilahan sampah dari sumber akan mempermudah proses pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kawatuna.

Selain membantu petugas dalam pengangkutan dan pengolahan, pemilahan sampah juga membuka peluang pemanfaatan kembali sampah organik yang memiliki nilai ekonomi.

“Kalau sampah sudah dipilah dari sumbernya, petugas kita di TPA akan lebih mudah mengangkat dan mengelolanya. Selain itu, sampah basah juga memiliki manfaat ekonomi. Ada peternak yang memanfaatkannya sebagai pakan ternak, bahkan mahasiswa juga sudah mengembangkan pemanfaatan sampah organik seperti sisa sayuran untuk kebutuhan tertentu,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program pemilahan sampah harus dimulai dari komitmen para pimpinan di masing-masing institusi dan tempat usaha.

Menurutnya, penyediaan sarana pemilahan dan keteladanan dari pimpinan akan mendorong seluruh karyawan untuk ikut menerapkan kebiasaan tersebut.

“Semua harus dimulai dari pimpinan. Jika kita menyediakan wadah dan memberi contoh yang baik, saya yakin seluruh karyawan akan mengikuti. Jadi bukan hanya sekadar mengimbau, tetapi kita sendiri yang memulai dan menunjukkan praktiknya,” tegas Imelda.

Ia pun optimistis seluruh sektor usaha yang hadir mampu menerapkan pemilahan sampah secara konsisten, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Palu.

“Saya yakin rumah sakit, hotel, restoran, dan pelaku usaha lainnya bisa melaksanakan ini. Mari kita bekerja sama dengan baik untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Kota Palu,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar