the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ragam

Zakat: Dari Kewajiban Ibadah ke Tanggung Jawab Sosial

the OPINIbythe OPINI
26 Juli 2026
in Ragam
Reading Time: 4 mins read
the OPINIbythe OPINI
26 Juli 2026
in Ragam
Reading Time: 4 mins read
Zakat: Dari Kewajiban Ibadah ke Tanggung Jawab Sosial

PD Salimah Parigi Moutong saat menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir. (Foto: IST)

theopini.id – Dalam ajaran Islam, zakat tidak hanya didefinisikan sekedar sebagai ritual personal, meskipun pada hakikatnya zakat merupakan salah satu bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Sejak awal, zakat dirancang sebagai salah satu instrumen sosial yang menghubungkan dimensi keimanan dengan tanggung jawab terhadap sesama. Ia menjadi penanda bahwa harta tidak sepenuhnya bersifat privat, melainkan mengandung hak sosial yang harus ditunaikan.

Namun, di tengah besarnya potensi zakat di Indonesia, pertanyaan penting patut diajukan: apakah zakat hari ini telah benar-benar dijalankan sebagai tanggung jawab sosial, atau masih berhenti sebagai kewajiban ibadah yang hanya bersifat individual?

Sebagian orang masih menganggap zakat itu, kewajiban tahunan pribadi. Jadi, begitu zakat sudah dibayar, ya sudah, selesai. Pandangan seperti ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, tapi kurang pas kalau kita mau zakat jadi alat untuk mengubah keadaan sosial.

Baca Juga

Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

Bupati Parimo Ajak Masyarakat Jadikan MTQ Momentum Perang Melawan Narkoba

SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

Contohnya nih, ada muzakki (orang bayar zakat) yang lebih suka kasih zakat langsung ke yang berhak, alasannya biasanya karena niat baik dan ingin lihat hasilnya langsung. Tapi, cara ini juga bikin zakat jadi lebih tersalurkan buat kebutuhan sehari-hari dan sifatnya cuma jangka pendek saja.

Bantuan konsumtif itu memang penting, apalagi saat darurat. Tapi, kalau zakat terus dikasih tanpa rencana yang jelas, bisa-bisa malah cuma jadi solusi sementara saja, bukan cara buat benar-benar keluar dari kemiskinan.

Kalau seperti itu, yang menerima zakat tetap saja gampang kena masalah dan bergantung terus. Padahal, tujuan zakat itu sebenarnya buat bikin orang mandiri dan tidak ketergantungan.

Nah disinilah pentingnya lembaga pengelola zakat. Mereka punya peran yang penting untuk mengubah pandangan tentang zakat, bukan cuma sekedar bagi-bagi uang, tapi juga untuk membantu masyarakat jadi lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.

Beberapa lembaga sudah mencoba melakukan ini dengan program zakat yang produktif, misalnya memberi modal usaha, pelatihan, atau pendampingan ekonomi di komunitas. Usaha ini patut kita hargai karena membuat zakat jadi lebih bermanfaat.

Mengelola zakat itu memang ada saja tantangannya. Profesionalitas, kemampuan SDM, dan aturan main yang benar belum tentu ada di semua tempat. Seringnya, program cuma jalan pada saat menyalurkan dana, tapi setelah itu tidak ada yang mengawasi.

Selain itu, laporan biasanya cuma menyebutkan nominal uang yang terkumpul beserta jumlah penerima, padahal perubahan nyata di hidup orang yang menerima zakat sangat jarang untuk diangkat.

Mengukur dampak zakat itu, menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Kalau tidak ada patokan yang jelas dan tidak dievaluasi terus, susah buat memastikan zakat benar bikin orang jadi lebih sejahtera atau malah bikin mereka ketergantungan terus.

Makanya, zakat itu butuh cara yang lebih mengandalkan data dan hasil, bukan cuma keliatan rapi di atas kertas saja. Negara juga perlu punya peran yang pas dalam mengurus zakat.

Aturan zakat sudah dibuat biar ada kerangka hukum dan tata kelola yang jelas. Tapi, terkadang zakat belum sepenuhnya nyambung dengan program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan.

Program zakat sama bantuan sosial pemerintah sering jalan sendiri-sendiri, jadi bisa saja tumpang tindih atau salah sasaran. Padahal, kalau dikelola bersamaan, zakat bisa jadi tambahan yang oke buat program kesejahteraan sosial.

Zakat itu, fleksibel dan bisa sampai ke orang-orang yang tidak terjangkau oleh program pemerintah. Tentu saja menggabungkan dua hal ini, bukan berarti zakat jadi punya negara sepenuhnya, tapi lebih ke kerja sama yang saling bantu buat tujuan yang sama, yaitu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.

Sekarang ini teknologi digital sudah sangat maju, jadi mengurus zakat juga ikut berubah. Bayar zakat jadi gampang, muzaki makin banyak, dan lembaga zakat jadi lebih efisien. Tapi, jangan sampe kemudahan ini bikin kita lupa sama tujuan utama zakat.

Digitalisasi harusnya tidak cuma bikin transaksi gampang, tapi juga bikin semuanya lebih transparan, bisa dipertanggungjawabkan, dan dampaknya bisa dilacak.

Kalau zakat mau jadi tanggung jawab sosial, ya jangan cuma jadi rutinitas tahunan saja. Dan yang harus kita ketahui juga bahwa zakat ini bukan hanya Zakat fitrah dalam benuk beras atau uang yang ditunaikan setiap tahun menjelang Idul Fitri.

Sesungguhnya banyak jenis jenis zakat lainnya (Semoga ada kesempatan bisa menuliskan tentang ini di waktu waktu berikutnya). Sejatinya zakat perlu dikelola dengan memikirkan jangka panjang, memberikan kekuatan bagi para pemerimanya, dan harus dievaluasi terus.

Bantu usaha, menguatkan kemampuan orang yang menerima zakat, dan digabungkan dengan program sosial lain itu penting biar zakat benar benar bisa jadi alat buat merubah hidup orang.

Intinya, zakat itu kuat bukan cuma karena perintah agama, tapi karena dampak sosialnya. Kalau zakat dipahami dan dikelola sebagai tanggung jawab bersama (bukan cuma kewajiban pribadi), zakat bisa jadi salah satu cara penting buat mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang lebih baik.

Baca berita lainnya di Google News

Penulis: Suciati S Makka – Ketua PD Salimah Parigi Moutong juga Relawan Lembaga Zakat YAKESMA

Tags: #SalimahParimo#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

25 Juli 2026
ISL: Persatuan Umat Jangan Jadi Korban Perselisihan

ISL: Persatuan Umat Jangan Jadi Korban Perselisihan

24 Juli 2026
Bupati dan Wabup Parimo Hadiri Penutupan MTQ ke-58 Kecamatan Ampibabo

Bupati dan Wabup Parimo Hadiri Penutupan MTQ ke-58 Kecamatan Ampibabo

24 Juli 2026
Perempuan Korban Dampak PLTA Poso Energy Akan Gugat UU Cipta Kerja ke MK

Perempuan Korban Dampak PLTA Poso Energy Akan Gugat UU Cipta Kerja ke MK

22 Juli 2026
FKUB Sulteng: Moderasi Beragama Jadi Benteng Masyarakat di Era Digital

FKUB Sulteng: Moderasi Beragama Jadi Benteng Masyarakat di Era Digital

22 Juli 2026
Kapolresta Banggai Santuni 25 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial

Kapolresta Banggai Santuni 25 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial

20 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Zakat: Dari Kewajiban Ibadah ke Tanggung Jawab Sosial

Zakat: Dari Kewajiban Ibadah ke Tanggung Jawab Sosial

26 Juli 2026
Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

25 Juli 2026
Bupati Parimo Ajak Masyarakat Jadikan MTQ Momentum Perang Melawan Narkoba

Bupati Parimo Ajak Masyarakat Jadikan MTQ Momentum Perang Melawan Narkoba

25 Juli 2026
SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

24 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 61 km Tenggara SARMI-PAPUA

24 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pemda Parimo Pastikan Anggaran Iuran JKN 2026 Mencukupi

Pemda Parimo Pastikan Anggaran Iuran JKN 2026 Mencukupi

23 Juli 2026
Kurang dari 24 Jam, Polresta Banggai Ungkap Kasus Pencurian di Luwuk

Kurang dari 24 Jam, Polresta Banggai Ungkap Kasus Pencurian di Luwuk

22 Juli 2026
Program Berani Harmoni Cetak 80 Wirausaha Baru di Parimo

Program Berani Harmoni Cetak 80 Wirausaha Baru di Parimo

21 Juli 2026
Pria Asal Banggai Tewas di Kamar Hotel, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pria Asal Banggai Tewas di Kamar Hotel, Polisi Selidiki Penyebabnya

24 Juli 2026
Mendagri: Gerakan Pelayanan Publik Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Seremonial

Mendagri: Gerakan Pelayanan Publik Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Seremonial

24 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In