BANGGAI, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai, Sulawesi Tengah berharap Syukuran Aminudin Amir Foundation (SAAF) dapat menjadi mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, sekaligus memperkuat kepedulian sosial, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kehadiran SAAF merupakan sebuah langkah yang sangat positif. Sebuah wadah yang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, meningkatkan kepedulian sosial, pelestarian budaya, ekonomi masyarakat, serta kegiatan kemanusiaan lainnya,” ujar Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kesra, Hj. Yulfia Mangendre, menyampaikan sambutan Bupati Banggai, dalam pelantikan Pengurus Harian SAAF periode 2026–2031 di Luwuk, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan almarhum Syukuran Aminudin Amir harus terus dihidupkan melalui program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Nilai perjuangan ini hendaknya tidak berhenti menjadi sejarah, tetapi terus dihidupkan melalui berbagai program nyata yang memberi manfaat bagi generasi saat ini dan yang akan datang,” lanjutnya.
Pelantikan Pengurus Harian SAAF periode 2026–2031 mengusung tema “Transformasi Generasi Muda Menuju Indonesia Emas”. Kepengurusan yang didominasi kalangan muda tersebut, diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi dan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pengurus harian resmi dikukuhkan setelah mengucapkan sumpah dan ikrar yang dipimpin Dewan Pembina SAAF, dr. Bayu Akhirudin Amir.
Acara pelantikan turut dimeriahkan dengan penampilan seni budaya dan musikalisasi puisi, yang menggambarkan semangat transformasi generasi muda.
Sebelum kepengurusan periode ini terbentuk, SAAF telah aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial, penyelenggaraan kompetisi olahraga, hingga turnamen e-sport di wilayah Banggai Bersaudara dan sekitarnya.
Pemda Banggai berharap kepengurusan baru mampu menyusun program-program yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan sehingga keberadaan SAAF tidak hanya menjadi organisasi sosial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Sebuah yayasan tidak hanya diukur dari besarnya organisasi, tetapi dari besarnya manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tegas Yulfia.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Helmi Liana














