the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Pemda Parimo Siapkan Normalisasi Sungai dan Jalan Alternatif bagi Warga Air Panas

the OPINIbythe OPINI
27 Juni 2026
in Headline
Reading Time: 5 mins read
the OPINIbythe OPINI
27 Juni 2026
in Headline
Reading Time: 5 mins read
Pemda Parimo Siapkan Normalisasi Sungai dan Jalan Alternatif bagi Warga Air Panas

Ilustrasi: Tampak material pasir yang hampir mencapai badan jembatan Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat. (Foto : Oppie)

Baca Juga

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

PARIMO, theopini.id – Di tengah pembahasan penghentian sementara aktivitas pertambangan di kawasan Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai menyiapkan langkah penanganan bagi masyarakat Desa Air Panas yang terdampak banjir dan sedimentasi.

Sejumlah pekerjaan fisik menjadi prioritas, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan jalan, pembangunan plat duiker, pemasangan bronjong, hingga pembukaan jalur alternatif.

Penanganan tersebut, disiapkan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus mengurangi risiko bencana yang berulang.

Jalan Alternatif Mulai Dipetakan

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parimo, Moh. Aflianto Hamzah, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan Bupati dengan turun langsung ke Desa Air Panas bersama tim lintas OPD.

“Setelah pertemuan dengan masyarakat Air Panas, kami langsung turun ke lapangan bersama tim lintas OPD, didampingi Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, dan Sekretaris Desa Air Panas untuk menindaklanjuti beberapa tuntutan yang disampaikan kepada Bupati,” ujarnya.

Salah satu pekerjaan yang menjadi prioritas, ialah penanganan jalan alternatif yang menghubungkan Desa Air Panas dengan Desa Olobaru.

“Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan ruas jalan yang perlu ditangani memiliki panjang sekitar 1,1 kilometer. Tim Bina Marga sudah melakukan pengukuran, membuat sketsa, dan mengidentifikasi pekerjaan yang akan dilakukan. Kami juga sudah menyampaikan kepada kepala desa bahwa penanganannya akan segera dilaksanakan,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan plat duiker tambahan untuk mengurangi risiko banjir. Menurut Aflianto, selama ini aliran air hanya terpusat pada satu jalur, sementara kapasitas saluran di bawah jembatan telah berkurang akibat sedimentasi.

“Karena itu masyarakat mengusulkan pembangunan satu plat duiker tambahan agar saat debit air meningkat, aliran dapat terbagi dan tidak lagi bertumpu pada satu titik,” ujarnya.

Desain awal pembangunan plat duiker, telah disiapkan dan kini memasuki tahap perhitungan kebutuhan anggaran.

Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

Ia mengakui, sedimentasi di sungai sudah cukup parah sehingga penanganannya membutuhkan dukungan alat berat dalam jumlah memadai.

“Kalau hanya mengandalkan satu alat berat milik Dinas PUPRP, penanganannya akan sangat sulit mengingat sedimentasi di sungai sudah cukup tinggi. Karena itu kami berharap ada dukungan alat berat yang berada di kawasan pertambangan untuk membantu proses normalisasi,” katanya.

Pemerintah desa, lanjutnya, juga telah menyatakan kesediaan berkoordinasi dengan para pemilik alat berat agar ikut membantu percepatan penanganan.

“Apabila penanganan sungai bisa segera dilakukan, saya yakin kekhawatiran masyarakat akan berkurang. Yang mereka harapkan sebenarnya adalah adanya tanggung jawab dari pihak-pihak yang aktivitasnya diduga menyebabkan dampak banjir, termasuk dukungan alat berat untuk membantu penanganan ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Jangan Hanya Memperbaiki Dampaknya

Tenaga Ahli Bidang Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ir. Sugendi Samudin, mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga menyelesaikan sumber persoalan.

“Kalau sumber persoalannya tidak diselesaikan, maka perbaikan jalan, pembangunan plat duiker maupun saluran drainase hanya akan menjadi pekerjaan yang terus berulang. Setiap tahun pemerintah akan menganggarkan perbaikan untuk kerusakan yang sama,” ujarnya.

Sugendi, yang berpengalaman di bidang Bina Marga, mengatakan kerusakan jalan hampir selalu dipicu persoalan air.

“Dalam pekerjaan jalan, musuh utamanya adalah air. Bahkan kebocoran kecil saja bisa merusak jalan. Apalagi kalau sedimentasi dan aliran air dari hulu tidak ditangani, kerusakan akan terus berulang meskipun jalannya sudah diperbaiki,” katanya.

Menurutnya, masyarakat memang membutuhkan jalan dan infrastruktur yang layak. Namun pemerintah harus melihat persoalan secara utuh agar solusi yang diambil tidak hanya bersifat sementara.

“Kalau pemerintah hanya fokus memperbaiki dampaknya sementara penyebabnya tetap dibiarkan, maka anggaran akan terus habis untuk pekerjaan yang sama. Karena itu, penanganannya harus dimulai dari hulu, termasuk pembenahan alur sungai dan penyelesaian persoalan yang menjadi sumber kerusakan,” tegasnya.

Penanganan Harus Terintegrasi

Pandangan serupa, disampaikan Tenaga Ahli Bidang Infrastruktur dan Kebencanaan, Hamzah Tjakunu. Menurutnya, seluruh langkah pemulihan harus menjadi bagian dari penanganan terpadu, bukan sekadar respons jangka pendek terhadap bencana.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesepakatan bersama. Penanganan persoalan ini harus terintegrasi dengan program-program pemerintah sehingga seluruh langkah yang diambil memiliki arah yang sama,” katanya.

Ia menilai, pemerintah perlu terlebih dahulu menghitung tingkat kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat sebelum menentukan bentuk penanganan.

“Yang perlu dilakukan sekarang adalah penilaian terhadap dampak kerusakan dan kerugian yang terjadi. Setelah itu baru dilakukan pembahasan untuk menentukan langkah-langkah penanganannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengurangan risiko terhadap masyarakat harus menjadi prioritas sebelum aktivitas pertambangan kembali berjalan.

“Risiko-risiko yang ada harus diselesaikan lebih dulu. Setelah itu baru dilakukan kajian yang lebih komprehensif agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” katanya.

Pemda Parimo Siapkan Dana BTT untuk Pemulihan

Sementara itu, Bupati Parimo, H Erwin Burase, mengatakan hasil rapat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya menghasilkan rekomendasi penghentian sementara aktivitas pertambangan selama 30 hari, tetapi juga kesepakatan untuk mempercepat pemulihan kawasan terdampak.

“Surat rekomendasi juga akan memuat sejumlah poin seperti mendorong semua pihak bersama-sama ikut bertanggung jawab melakukan pemulihan lingkungan, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.

Menurut Erwin, langkah pemulihan meliputi pengerukan alur sungai, rehabilitasi rumah warga terdampak, pemasangan bronjong, perbaikan jalan dan jembatan, pembangunan plat duiker, hingga pembukaan jalan alternatif.

“Sebagian sudah tertangani. Tim sudah turun ke lapangan, pemasangan bronjong sudah berjalan, ke depan kita sudah mulai persiapan penanganan ke desa-desa terdampak,” katanya.

Untuk mempercepat pelaksanaan, pemerintah daerah menyiapkan pembiayaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Masyarakat kita terdampak, mau tidak mau kita mempersiapkan anggaran dari BTT. Kita juga sudah mengeluarkan SK tanggap darurat pascabanjir. Berdasarkan itu, desa-desa di bawah masuk dalam kawasan penanganan,” jelasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
ShareSendTweet
Previous Post

Polri Mutasi Pejabat Polda Sulteng, Kabidhumas hingga Sejumlah Kapolres Berganti

Next Post

Ruang Damar dan NICU Akan Terhubung, RSUD Anuntaloko Optimalkan Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

26 September 2026
World Pharmacists Day 2026, IAI Parimo Edukasi Lansia soal Obat yang Tepat

World Pharmacists Day 2026, IAI Parimo Edukasi Lansia soal Obat yang Tepat

26 September 2026
Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

25 September 2026
Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, Polisi Akan Periksa Saksi Pekan Depan

Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, Polisi Akan Periksa Saksi Pekan Depan

25 September 2026
Banjir Rendam Tiga Desa di Kasimbar, BPBD Parimo Soroti Gorong-gorong Trans Sulawesi

Banjir Rendam Tiga Desa di Kasimbar, BPBD Parimo Soroti Gorong-gorong Trans Sulawesi

24 September 2026
Parimo Bentuk Forum PKP, Libatkan Pemerintah, Dunia Usaha hingga Masyarakat

Parimo Bentuk Forum PKP, Libatkan Pemerintah, Dunia Usaha hingga Masyarakat

24 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

26 September 2026
Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

26 September 2026
Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

26 September 2026
Kemah Pemuda di Vatumatando Jadi Ajang Promosi Desa Wisata

Kemah Pemuda di Vatumatando Jadi Ajang Promosi Desa Wisata

26 September 2026
Wabup Parimo Dorong Partai Politik Perkuat Penyerapan Aspirasi Masyarakat

Wabup Parimo Dorong Partai Politik Perkuat Penyerapan Aspirasi Masyarakat

26 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Hestiwati: Remaja Parimo Harus Disiapkan Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

Hestiwati: Remaja Parimo Harus Disiapkan Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

23 September 2026
Disperkim Parimo Sasar Rumah Tak Layak Huni lewat Program Bantuan Perumahan

Disperkim Parimo Sasar Rumah Tak Layak Huni lewat Program Bantuan Perumahan

25 September 2026
Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

25 September 2026
Belajar dari Kriyanusa 2026, Dekranasda Parimo Siapkan Pengembangan Kerajinan Lokal

Belajar dari Kriyanusa 2026, Dekranasda Parimo Siapkan Pengembangan Kerajinan Lokal

26 September 2026
Bhabinkamtibmas Didorong Jadi Ujung Tombak Jaga Kerukunan di Parimo

Bhabinkamtibmas Didorong Jadi Ujung Tombak Jaga Kerukunan di Parimo

22 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d