Gubernur Sulteng Dukung Pengembangan Lanud Palu untuk Perkuat Penanganan Bencana dan Kawasan Strategis

PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan Detasemen TNI Angkatan Udara di Palu, menjadi Pangkalan TNI AU (Lanud).

Menurutnya, keberadaan Lanud akan memperkuat sistem pertahanan sekaligus mempercepat mobilisasi bantuan saat terjadi bencana di Sulawesi Tengah.

“Kehadiran Lanud di Palu sangat kita butuhkan, apalagi Sulawesi Tengah merupakan kawasan strategis yang terus berkembang, baik dari sisi industri maupun konektivitas internasional,” kata Anwar Hafid saat menerima kunjungan silaturahmi Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Kolonel Pnb Vincentius Endy Hary Putra, di ruang kerjanya, Selasa, 30 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Kolonel Vincentius menyampaikan salam hormat dari Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono serta Panglima Komando Operasi Udara.

Ia juga memaparkan wilayah kerja Lanud Sultan Hasanuddin yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat dengan dukungan detasemen di Palu dan Mamuju.

Ia menegaskan komitmen TNI AU untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan kondisi darurat dan kebencanaan.

Menurutnya, TNI AU siap mengerahkan berbagai alutsista, seperti pesawat Hercules, helikopter, dan armada lainnya yang bermarkas di Makassar.

“Kami siap hadir dan membantu kapan pun dibutuhkan, terutama dalam situasi darurat. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar respons dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, juga dibahas rencana strategis peningkatan status Detasemen TNI AU di Palu menjadi Lanud. Kolonel Vincentius mengatakan, Mabes TNI AU telah beberapa kali membahas rencana tersebut dan mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama terkait penyediaan lahan.

Menurutnya, kebutuhan lahan untuk operasional awal diperkirakan sekitar lima hektare. Namun, agar pengembangan Lanud dapat berjalan optimal, luas lahan yang dibutuhkan mencapai sekitar 24 hektare.

Pengembangan Lanud Palu, dinilai penting untuk memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah, mendukung operasional Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, rencana pembukaan penerbangan internasional, serta pengamanan kawasan industri strategis di Sulawesi Tengah.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan, pemerintah provinsi siap mendukung langkah strategis tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kebencanaan, keamanan, dan pembangunan di Sulawesi Tengah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, dengan harapan sinergi antara TNI AU dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah semakin kuat dalam mendukung pembangunan dan keamanan wilayah.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar