PALU, theopini.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu, Hj. Diah Puspita menegaskan, Posyandu kini telah bertransformasi dengan menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan ibu, anak, dan lansia, tetapi juga memberikan layanan yang lebih luas sesuai kebutuhan masyarakat.
“Posyandu dituntut mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, mulai dari percepatan pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga peningkatan status gizi masyarakat. Oleh karena itu, para kader juga harus terus meningkatkan kapasitas agar dapat bekerja secara profesional, adaptif, dan responsif,” ujar Diah Puspita saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu se-Kecamatan Palu Timur di Aula Kantor Kecamatan Palu Timur, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kader menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pelayanan Posyandu di tengah masyarakat.
Kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan dasar, sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ia mengatakan, kader Posyandu tidak hanya menjalankan pelayanan kesehatan, tetapi juga berperan sebagai penggerak edukasi keluarga agar semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Melalui workshop tersebut, para kader diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan di Posyandu masing-masing, sehingga kualitas pelayanan semakin meningkat.
Workshop yang diikuti kader Posyandu se-Kecamatan Palu Timur ini, menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Palu dalam memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi















