PARIMO, theopini.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memfokuskan penanganan pascabanjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, pada pemulihan akses air bersih dan penanganan sekitar 10 rumah warga yang mengalami kerusakan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, mengatakan sebagian besar jaringan air bersih telah kembali tersambung ke rumah-rumah warga, termasuk di kawasan perkampungan nelayan.
Namun, masih terdapat sejumlah rumah yang aliran airnya terputus dan ditargetkan segera dipulihkan.
“Air sudah tersambung dan sudah mengalir ke rumah-rumah penduduk, termasuk ke perkampungan nelayan. Pipanya juga sudah kami penuhi dan selesai. Kalau masih ada beberapa rumah yang alirannya terputus, kami usahakan besok bisa kami sambungkan kembali,” kata Rivai saat ditemui di Posko Bencana, Minggu, 30 Agustus 2026.
Selain memulihkan jaringan air bersih, BPBD Parimo memberikan perhatian khusus terhadap sekitar 10 rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Kerusakan tersebut terutama terjadi pada bagian dinding dan sejumlah bagian rumah yang terdampak material banjir.
Rivai mengatakan, pembersihan bagian dalam rumah warga secara umum telah selesai dilakukan.
Namun, material yang berada di bagian luar rumah masih membutuhkan dukungan alat berat karena tidak seluruhnya dapat dibersihkan secara manual.
“Secara umum dalam rumah itu sudah bersih semua. Cuma memang di bagian luar rumah itu tidak bisa di-skop manual. Makanya alat berat tetap di sini,” ujarnya.
Menurut Rivai, terdapat satu rumah yang membutuhkan penanganan khusus karena posisi bangunannya lebih rendah dari badan jalan.
Kondisi ini, membuat rumah tersebut berpotensi kembali terdampak material apabila tidak dilakukan penanganan yang tepat.
BPBD akan membicarakan langkah penanganannya bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parimo, termasuk kemungkinan penimbunan pada bagian tertentu.
“Ini kami akan bicarakan dengan Dinas PU. Karena memang rumahnya rendah, di bawah jalan,” jelasnya.
Sementara itu, sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian, meskipun kondisi rumah mereka tidak mengalami kerusakan berat.
Kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan pascabanjir serta informasi yang berkembang di tengah masyarakat, menjadi salah satu alasan warga belum kembali ke rumah.
Rivai memastikan BPBD Parimo tetap menerima dan melayani warga yang datang ke lokasi pengungsian, sembari memberikan pemahaman mengenai kondisi di lapangan.
“Kami tetap terima sambil kami berikan pengertian. Tidak semua mengungsi. Ada di sini, ada di sana. Ada juga yang rumahnya sudah bagus, tidak rusak, cuma masih takut,” katanya.
Untuk mempercepat pemulihan, BPBD Parimo juga menyiapkan bantuan peralatan dapur bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu warga memenuhi kembali kebutuhan rumah tangga setelah terdampak banjir bandang.
Ia menyebut, dukungan personel di lokasi bencana juga mulai dikurangi secara bertahap seiring pekerjaan utama yang hampir selesai.
Menurutnya, pekerjaan masih membutuhkan perhatian terutama pembersihan material di sekitar rumah warga yang memerlukan dukungan alat berat.
“Kalau kami lihat sekarang, pekerjaan ini sudah hampir selesai. Tinggal pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan alat ekskavator, terutama di rumah-rumah penduduk. Memang memerlukan ekskavator,” ujarnya.
Di tengah proses pemulihan, BPBD Parimo juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Dukungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terus diberikan, termasuk penyediaan air bersih dan makanan siap saji.
“Alhamdulillah, teman-teman dari OPD lain semuanya mendukung. Kemarin sambil menelepon, semua menanyakan apa yang kami butuhkan. Kalau ada kebutuhan, langsung dikirim,” tutur Rivai.
Ia menambahkan, bantuan makanan siap saji masih terus disalurkan kepada warga terdampak selama proses pemulihan berlangsung.
“Untuk makanan siap saji tetap kami salurkan kepada masyarakat di sini,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News













