the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Dapodik Jadi Acuan, Bantuan Revitalisasi 97 Sekolah Parimo Tak Seragam

the OPINIbythe OPINI
8 September 2026
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
8 September 2026
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
Dapodik Jadi Acuan, Bantuan Revitalisasi 97 Sekolah Parimo Tak Seragam

Kepala Bidang Manajemen SD, Ibrahim. (Foto: Oppie)

Baca Juga

APBD Parimo 2027 Diproyeksi Turun, Bupati Parimo Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran

Pemda Parimo Kejar Progres Penataan Ruang dan Pertanahan, Dievaluasi Pekan Depan

Remaja GKST Audiensi dengan Bupati Parimo, Bahas Agenda Kegiatan 2027

PARIMO, theopini.id – Bantuan Program Revitalisasi Sekolah untuk 97 satuan pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tidak diberikan dalam bentuk pekerjaan yang sama. Jenis intervensi ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah, dengan mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kalau kita berbicara sekolahnya, setiap sekolah itu memiliki item bantuan yang berbeda-beda. Tergantung situasi, kondisi dan kebutuhan di sekolah masing-masing,” jelas Kepala Bidang Manajemen SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Ibrahim dihubungi via WhatsApp, Senin, 7 September 2026.

Ia menjelaskan, program tersebut memprioritaskan rehabilitasi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Ruang kelas menjadi salah satu fasilitas yang diprioritaskan.

Selain ruang kelas, bantuan dapat mencakup pembangunan jamban atau toilet, perpustakaan, ruang administrasi, ruang guru, ruang kepala sekolah hingga ruang UKS, sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Penentuan jenis pekerjaan mengacu pada data Dapodik, yang kemudian disesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan. Pemerintah mempertimbangkan luas lahan, bangunan yang telah tersedia, jumlah siswa serta fasilitas yang sudah dimiliki.

“Misalnya dalam Dapodik tercatat luas tanah 5.000 meter persegi, kemudian bangunan yang sudah ada 3.000 meter persegi. Berarti masih ada lahan 2.000 meter persegi. Dari situ dilihat apa yang layak dibangun dan apakah lahannya masih mencukupi,” katanya.

Dengan pertimbangan tersebut, sekolah yang telah memiliki fasilitas tertentu dalam kondisi baik tidak menjadi prioritas untuk pembangunan baru. Bantuan diarahkan pada sarana yang belum tersedia atau membutuhkan rehabilitasi.

Jumlah siswa juga menjadi salah satu dasar penentuan kebutuhan ruang. Sekolah dengan peserta didik yang relatif sedikit tidak selalu membutuhkan pembangunan ruang dalam jumlah banyak.

Untuk sekolah dengan jumlah siswa di bawah 60 orang, misalnya, ruang kelas yang tersedia dapat disekat agar kapasitas ruang belajar menyesuaikan kebutuhan.

“Misalnya ada tiga ruang kelas yang diperbaiki, kemudian disekat sehingga bisa menjadi enam ruang kelas. Jadi disesuaikan dengan jumlah siswa dan kondisi sekolah,” jelas Ibrahim.

Program revitalisasi juga mencakup penataan lingkungan sekolah. Pekerjaan dapat meliputi penataan taman dan halaman upacara, pemasangan paving, pembangunan pagar depan atau gapura, serta pembenahan saluran air untuk mencegah genangan.

Ibrahim menambahkan, daftar penerima juga mencakup sejumlah sekolah yang sebelumnya menjadi perhatian publik karena kondisi bangunan maupun akses pendidikan yang memprihatinkan.

Di antaranya, sekolah yang sempat viral karena siswa harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah dan sekolah yang melakukan perbaikan sarana secara swadaya.

SDK Ogomojolo juga masuk dalam daftar penerima, setelah kondisi bangunannya yang masih darurat mendapat perhatian melalui media sosial.

“97 sekolah ini, termasuk dua sekolah yang viral di media sosial kemarin,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, perbedaan kondisi setiap satuan pendidikan membuat bentuk intervensi pada 97 sekolah penerima tidak seragam. Kebutuhan masing-masing sekolah menjadi dasar dalam menentukan pekerjaan yang akan dilakukan.

“Jadi 97 sekolah ini jenis bantuannya berbeda-beda. Tergantung situasi, kondisi, kebutuhan dan fasilitas yang sudah ada di sekolah masing-masing,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Israwati

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #Ibrahim#Kemendikdasmen#Mendikdasmen#parigimoutong#RevitalisasiSekolah2026#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 60 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Untika Luwuk Angkat Isu Mitigasi Gempa dalam Kuliah Umum, Hadirkan Guru Besar UMI

Untika Luwuk Angkat Isu Mitigasi Gempa dalam Kuliah Umum, Hadirkan Guru Besar UMI

7 September 2026
Pemda Banggai Dorong 877 Mahasiswa Baru Unismuh Jadi Generasi Pencipta Lapangan Kerja

Pemda Banggai Dorong 877 Mahasiswa Baru Unismuh Jadi Generasi Pencipta Lapangan Kerja

7 September 2026
Disdikbud Parimo Tekankan Keseimbangan Perlindungan dan Profesionalisme Guru

Disdikbud Parimo Tekankan Keseimbangan Perlindungan dan Profesionalisme Guru

6 September 2026
Hadiri Konkerkab PGRI Parimo, Hadianto Harap Lahirkan Rekomendasi Terukur

Hadiri Konkerkab PGRI Parimo, Hadianto Harap Lahirkan Rekomendasi Terukur

5 September 2026
Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Disdikbud Parimo Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Avolua

Disdikbud Parimo Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Avolua

28 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

Dapodik Jadi Acuan, Bantuan Revitalisasi 97 Sekolah Parimo Tak Seragam

Dapodik Jadi Acuan, Bantuan Revitalisasi 97 Sekolah Parimo Tak Seragam

8 September 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 60 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

8 September 2026
APBD Parimo 2027 Diproyeksi Turun, Bupati Parimo Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran

APBD Parimo 2027 Diproyeksi Turun, Bupati Parimo Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran

8 September 2026
Pemda Parimo Kejar Progres Penataan Ruang dan Pertanahan, Dievaluasi Pekan Depan

Pemda Parimo Kejar Progres Penataan Ruang dan Pertanahan, Dievaluasi Pekan Depan

7 September 2026
Remaja GKST Audiensi dengan Bupati Parimo, Bahas Agenda Kegiatan 2027

Remaja GKST Audiensi dengan Bupati Parimo, Bahas Agenda Kegiatan 2027

7 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

APBD Parimo 2027 Diproyeksi Turun, Bupati Parimo Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran

APBD Parimo 2027 Diproyeksi Turun, Bupati Parimo Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran

8 September 2026
Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Padamkan Karhutla di Sibualong Donggala

Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Padamkan Karhutla di Sibualong Donggala

3 September 2026
Dinsos Parimo Kirim Dua Anak Putus Sekolah Ikuti Pelatihan Keterampilan Kerja

Dinsos Parimo Kirim Dua Anak Putus Sekolah Ikuti Pelatihan Keterampilan Kerja

2 September 2026
Bappeda Palu Pastikan Usulan OPD untuk 2027 Tepat Sasaran

Bappeda Palu Pastikan Usulan OPD untuk 2027 Tepat Sasaran

2 September 2026
Cegah Rabies Menular ke Manusia, Dinas PKH Parimo Sediakan Vaksin Gratis

Cegah Rabies Menular ke Manusia, Dinas PKH Parimo Sediakan Vaksin Gratis

7 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d