PARIMO, theopini.id – Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terus bergerak.
Berdasarkan laporan Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Parimo, progres pembangunan KNMP di sembilan lokasi berdasarkan laporan per 3 September 2026 menunjukkan capaian yang berbeda-beda.
Pembangunan KNMP di Desa Bolano Tengah, Kecamatan Bolano, yang dialokasikan pada 2025, tercatat menjadi lokasi dengan progres tertinggi, yakni mencapai 77,28 persen.
“Untuk Bolano Tengah sekarang sudah progres 77,28 persen. Pihak pelaksananya adalah PT. Tiga Surya Khatulistiwa,” ungkap Kepala DKP Parimo, Mohammad Nasir, di Parigi, Selasa, 22 September 2026.
Ia mengatakan, pembangunan KNMP di Desa Bolano Tengah memiliki nilai kontrak sebesar Rp11.976.519.000, dengan waktu pelaksanaan selama 168 hari kalender.
Sementara itu, delapan lokasi lainnya merupakan pembangunan KNMP yang dialokasikan pada tahun anggaran 2026.
“Jadi di Kabupaten Parimo ini, kita mendapat sembilan KNMP. Di Bolano Tengah itu dialokasikan tahun lalu, dan delapan pada 2026 ini,” jelasnya.
Dari delapan lokasi pada 2026, pembangunan KNMP dikerjakan oleh dua pelaksana, yakni CV. Triga Cipta Abadi, dan CV. Navigasi General Contractor.
CV. Triga Cipta Abadi mengerjakan pembangunan KNMP di empat lokasi, yakni Desa Sausu Tambu, Desa Sienjo, Desa Tada, dan Desa Dusunan.
Di Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu, progres pekerjaan per 3 September 2026 mencapai 9,90 persen. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp4.643.799.000, dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender.
Kemudian, pembangunan KNMP di Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, mencapai progres 13,53 persen. Nilai kontraknya sebesar Rp3.980.882.794, dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender.
Selanjutnya, pembangunan KNMP di Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, tercatat mencapai progres 1,12 persen. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp4.003.390.000, dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender.
Sedangkan pembangunan KNMP di Desa Dusunan, Kecamatan Tinombo, mencapai progres 11,19 persen. Nilai kontraknya sebesar Rp4.235.032.933, dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender.
Adapun CV. Navigasi General Contractor mengerjakan pembangunan KNMP di empat lokasi, yakni Desa Boyantongo, Desa Pelawa Baru, Desa Laemanta Utara, dan Desa Malalan.
Berdasarkan laporan per 3 September 2026, pembangunan KNMP di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, mencapai progres 5,45 persen. Nilai kontraknya sebesar Rp6.445.202.000, dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender.
Kemudian, pembangunan KNMP di Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, mencapai progres 15,65 persen. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp4.239.549.000, dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender.
“Pelaksana pekerjaannya ini sama, CV. Navigasi General Contractor. Waktu pelaksanaannya juga begitu 135 hari kalender,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan KNMP di Desa Laemanta Utara, Kecamatan Kasimbar, mencapai progres 12 persen per 3 September 2026. Nilai kontraknya sebesar Rp3.981.398.000, dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender.
Sedangkan pembangunan KNMP di Desa Malalan, Kecamatan Mepanga, tercatat 0 persen berdasarkan laporan progres per 3 September 2026.
“Desa Malalan, Kecamatan Mepanga yang belum menunjukkan progres per 3 September 2026. Pelaksananya CV. Navigasi General Contractor. Total anggarannya Rp4.288.951.000 dan waktu pelaksanaannya 135 hari kalender,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, sembilan lokasi pembangunan KNMP di Kabupaten Parimo memiliki total nilai kontrak sebesar Rp47.794.723.727.
Nasir mengatakan, pelaksanaan pembangunan KNMP di masing-masing lokasi mendapat dukungan dari masyarakat.
Menurutnya, KNMP diyakini mampu menciptakan sistem ekonomi perikanan yang terintegrasi, mulai dari produksi tangkapan, penanganan mutu hingga pemasaran hasil perikanan.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Masyarakat sangat mendukung dan menyambut baik KNMP ini,” imbuhnya.
Berkaitan dengan kesiapan pemanfaatan KNMP oleh KKP RI, lanjutnya, akan dituangkan dalam bentuk Petunjuk Teknis (Juknis) yang mengatur mekanisme pengelolaan dengan bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih.
Nasir berharap, program KNMP di Kabupaten Parimo mampu mewujudkan peningkatan produktivitas, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penataan kawasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Baca berita lainnya di Google News














