PARIMO, theopini.id — Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menegaskan pengelolaan potensi wisata di desa tetap berada di masyarakat desa, sementara pemerintah daerah berperan memberikan pendampingan.
“Kita tidak mengambil alih pengelolaan desa wisata. Pemerintah hanya mendampingi. Kalau ada potensi di desa, kita dorong membentuk Pokdarwis,” kata Kepala Disporapar Parimo, Enang Pandake, Jum’at, 25 September 2026.
Menurutnya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi salah satu wadah penting untuk menggerakkan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki desa.
Setelah terbentuk, Pokdarwis juga didorong melakukan pendaftaran melalui akun desa agar dapat mengikuti berbagai program pengembangan desa wisata di tingkat kementerian.
Disporapar Parimo, kata Enang, siap membantu pemerintah desa dalam proses pendaftaran maupun memberikan pendampingan untuk pengembangan kelembagaan Pokdarwis.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah desa yang memiliki objek wisata, tetapi belum melakukan pendaftaran dan pengelolaan secara optimal.
Padahal, desa wisata yang masuk dalam program tingkat nasional berpeluang memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk perbankan.
Sejumlah Pokdarwis dari Parimo sebelumnya telah masuk dalam program desa wisata tingkat nasional. Karosondaya, Kayubura, dan Katulisiwa, misalnya, pada 2024 masuk dalam 500 besar desa wisata tingkat nasional.
Namun, Enang mengatakan mekanisme penilaian desa wisata saat ini telah berubah. Jika sebelumnya terdapat tahapan 500 besar, 100 besar hingga 50 besar dari ribuan desa wisata di Indonesia, sistem tersebut kini menggunakan mekanisme penilaian berbeda.
“Kalau sekarang sudah sangat sulit untuk masuk kategori karena makin sedikit kuota,” jelasnya.
Meski demikian, Disporapar Parimo tetap melakukan pengunggahan dan meneruskan informasi mengenai desa wisata kepada kementerian maupun pemerintah provinsi sebagai bagian dari upaya pengembangan dan promosi.
Selain mendorong pembentukan Pokdarwis baru, Disporapar Parimo juga meminta kelompok yang sudah terbentuk tetap aktif, termasuk memastikan masa berlaku kepengurusan.
“Jangan sampai Pokdarwis sudah habis masa kepengurusannya, tetapi belum diperpanjang. Itu juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Enang juga mendorong Pokdarwis aktif mencari peluang dukungan dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Komunikasi dengan pemerintah tetap diperlukan agar kebutuhan di lapangan dapat diketahui dan peluang mendapatkan dukungan semakin terbuka.
Ke depan, Disporapar berencana meningkatkan jumlah sekaligus mengaktifkan kembali Pokdarwis di berbagai wilayah Parigi Moutong, dari utara hingga selatan.
Upaya tersebut, dilakukan antara lain melalui sosialisasi kepariwisataan yang melibatkan pemerintah desa. Desa yang memiliki potensi wisata akan didorong membentuk atau mengaktifkan kembali Pokdarwis.
“Dengan semakin banyak kelompok yang aktif, pemerintah berharap pengelolaan destinasi wisata dapat berkembang sesuai karakter dan keunggulan masing-masing wilayah,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati















