PARIMO, theopini.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, meningkatkan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
“Puskesmas bergerak melalui surveillance yang melihat kondisi alam kita. Tentu juga mereka itu akan melihat batas aman normal,” ujar Plt Kepala Dinkes Parimo, Darlin, ditemui usai mengikuti rapat Pansus Penyelenggaraan Kesehatan di Gedung DPRD, Senin, 5 Oktober 2026.
Pemantauan tersebut, dilakukan melalui sistem surveilans di puskesmas untuk mendeteksi kemungkinan peningkatan penyakit, termasuk gangguan pernapasan.
Menurut Darlin, puskesmas tidak hanya memantau kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan.
Hal itu, dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kasus penyakit di masyarakat yang berada di luar kondisi normal.
Apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan kasus, puskesmas akan segera menyampaikan laporan kepada Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti.
“Kalau memang ada peningkatan, tentu akan dilaporkan kepada kami,” katanya.
Hingga Senin, 5 Oktober 2026, Darlin menyebut, kondisi kesehatan masyarakat masih berada dalam batas normal.
Dinkes Parimo juga belum menerima laporan dari puskesmas maupun masyarakat terkait peningkatan penyakit pernapasan yang dikaitkan dengan kondisi kabut asap.
“Tapi saat ini masih dalam batas yang normal. Tidak ada laporan dari masyarakat sini,” ujarnya.
Meski belum terdapat laporan peningkatan kasus, Dinkes Parimo tetap mendorong puskesmas untuk memperkuat pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Langkah tersebut, dilakukan untuk memastikan perubahan kondisi kesehatan masyarakat dapat segera diketahui apabila terjadi peningkatan kasus di tengah kondisi lingkungan yang diselimuti kabut asap.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














