PARIMO, theopini.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, membutuhkan alat rontgen bergerak (mobile X-ray) untuk memperluas jangkauan pemeriksaan tuberkulosis (TBC), terutama bagi masyarakat yang terkendala akses transportasi menuju fasilitas kesehatan.
“Fasilitas pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) saat ini sudah tersedia di rumah sakit. Namun, kita masih membutuhkan mobile X-ray untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses transportasi ke fasilitas kesehatan,” kata Kepala Dinkes Parimo, Darlin saat meninjau pembentukan Desa Siaga TBC di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Jum’at, 16 Oktober 2026.
Menurutnya, upaya percepatan penanganan TBC tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas pemeriksaan.
Jangkauan pelayanan, pelacakan kontak erat pasien, serta kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri juga menjadi faktor penting dalam memutus rantai penularan.
Salah satu kendala yang dihadapi di lapangan, adalah stigma sosial terhadap penderita TBC.
Kondisi tersebut, dapat membuat masyarakat enggan memeriksakan diri maupun menjalani proses pengobatan.
“Ini penyakit tidak perlu seperti stigma dulu, malu. Tidak perlu lagi. Sekarang ini sudah menjadi biasa, selama berobat bisa sembuh,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala akses pemeriksaan, Dinkes Parimo menyiapkan strategi pengumpulan sampel dahak melalui titik-titik pelayanan di tingkat dusun.
Petugas kesehatan nantinya akan aktif menjangkau warga untuk mengambil sampel, sehingga masyarakat tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan.
Langkah tersebut, diharapkan dapat membantu menemukan kasus TBC lebih dini, sekaligus mempermudah pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Di sisi lain, Darlin menilai keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya penanggulangan TBC.
Karena itu, pembentukan Desa Siaga TBC perlu didorong agar kesadaran warga terhadap pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan semakin meningkat.
Ia mengapresiasi inisiatif masyarakat desa yang telah mengambil langkah awal membentuk Desa Siaga TBC secara mandiri.
Darlin mengatakan, penanganan TBC merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diarahkan untuk mencapai eliminasi pada 2030. Program tersebut, juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo.
“Ini bukan melihat skopnya jalan desa, tetapi ini program prioritas nasional,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala mengarah pada TBC agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan, sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati















