PARIMO, theopini.id – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, masih menghadapi kendala medan yang sulit dan akses terbatas.
“Hingga Minggu hari ini, api masih terpantau, sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dari tim gabungan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, dalam keterangan tertulisanya, Minggu, 1 November 2026.
Ia mengatakan, kondisi medan menyebabkan kendaraan pemadam kebakaran belum dapat menjangkau titik kebakaran.
Akibatnya, petugas harus menyesuaikan metode pemadaman dengan kondisi lapangan dan kemampuan personel.
Untuk memperkuat penanganan, Polres Parimo mengerahkan 30 personel guna membantu proses pemadaman.
“Kami juga menambah personel beserta peralatan pendukung, untuk memperkuat tim yang lebih dahulu berada di lokasi,” ujarnya.
Penanganan karhutla tersebut, melibatkan unsur Yonif TP 918/MM, BPBD, BPBPK, Damkar Satpol PP, Polsek setempat, PMI, serta personel gabungan lainnya. Seluruh unsur terus berupaya memadamkan dan mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
Kondisi kebakaran ini, juga menjadi perhatian menyusul hasil pemantauan citra satelit pada Minggu pagi, yang menunjukkan 34 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan sekitar pukul 08.00 WITA, asap kebakaran masih terpantau melintasi wilayah Kabupaten Parimo.
BPBD Parimo terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama unsur terkait, untuk mendukung penanganan karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengurangi aktivitas di sekitar lokasi kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Ferdy Ariyanto
















