PARIMO, theopini.id – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sou Mpelava mendorong pelestarian bahasa daerah, melalui penampilan membaca nyaring buku cerita anak dwibahasa dalam Festival Literasi Parigi Moutong (Parimo) 2026, Kamis malam, 29 Oktober 2026.
Dua buku cerita anak berbahasa Kaili Tara dan Indonesia dibawakan oleh empat anak binaan TBM Sou Mpelava. Penampilan pertama membawakan buku berjudul Nemo Malau, Bogi! (Jangan Pergi, Bogi!) oleh Rania Khumaira Azzahra dan Muhammad Abizar.
Penampilan kedua diisi Faqiha Fasihatunnisa dan Muhamad Taufik Ajiparo yang membacakan buku Nojagai Toe (Menjaga Eboni). Kedua buku tersebut ditulis oleh Syilva Muslimah, pendiri TBM Sou Mpelava.
Keempat anak tersebut, merupakan siswa SDN Inpres Pelawa dan SMP Muhammadiyah Parigi Tengah, Kecamatan Parigi Tengah.
Syilva Muslimah, yang akrab disapa Eva, mengatakan pemilihan buku cerita dwibahasa dalam penampilan tersebut bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Kaili Tara yang menjadi salah satu bahasa daerah di Parimo.
“Selama ini buku cerita anak dwibahasa kerap digunakan dalam lomba membaca nyaring, namun bagian yang dibaca hanyalah teks Bahasa Indonesia. Sayang sekali, saya khawatir orang tidak tahu bahwa buku ini ditulis dalam dua bahasa,” jelas Eva.
Menurutnya, pengenalan bahasa daerah kepada generasi muda melalui buku cerita anak menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa lokal.
Ia menambahkan, selama persiapan penampilan, anak-anak binaan Sou Mpelava juga dibantu memahami konteks cerita agar pesan yang terkandung dalam buku dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Eva mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Parimo, yang telah memberikan ruang bagi komunitas literasi untuk berpartisipasi dalam festival tersebut.
Ia juga berterima kasih kepada masyarakat sekitar Sou Mpelava, yang hadir memberikan dukungan.
“Kami relawan Sou Mpelava berterima kasih kepada Dinas Perpustakaan Daerah yang telah memberikan wadah bagi komunitas literasi untuk tampil dalam kegiatan ini, juga kepada masyarakat sekitar Sou Mpelava yang memberikan dukungan dengan datang menyaksikan penampilan kami. Ini memotivasi kami untuk terus bergerak dan bertumbuh,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














