PALU, theopini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah, mengusulkan dua inovasi untuk menjawab persoalan dasar masyarakat dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026.
Kedua inovasi tersebut, mencakup layanan kesehatan terintegrasi berbasis digital dan pemberdayaan petani miskin.
Kedua inovasi itu, dipaparkan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, secara daring dalam presentasi kepala daerah Regional Sulawesi IGA 2026, Selasa, 3 November 2026.
Inovasi pertama, Sistem Elektronik Kesehatan Terintegrasi (SEHATI), merupakan platform digital yang menghubungkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dukcapil, BPJS Kesehatan, serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui sistem tersebut, warga yang kepesertaan JKN-nya dinonaktifkan maupun belum memiliki jaminan kesehatan tetap dapat mengakses layanan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Warga cukup menunjukkan KTP dengan domisili Sulawesi Tengah.
Wagub Reny menjelaskan, SEHATI dikembangkan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat penonaktifan kepesertaan JKN, menyusul perubahan desil kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial.
“Jangan sampai orang sakit terhalang berobat hanya karena tidak punya biaya atau jaminan kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, inovasi kedua berupa program pemberdayaan petani miskin yang menyasar masyarakat tani tanpa lahan usaha, memiliki lahan sempit, maupun menghadapi keterbatasan modal.
“Program diarahkan untuk mengurangi jumlah rumah tangga petani miskin dan anggota keluarganya yang berisiko stunting,” paparnya.
Melalui program tersebut, sektor pertanian diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga petani.
Dalam presentasi Regional Sulawesi, Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari tiga provinsi nominator bersama Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
IGA 2026 diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, sebagai ajang apresiasi terhadap inovasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira













