PARIMO, theopini.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jendral Suharyanto menyerahkan dana siap pakai operasional tanggap darurat bencana, bantuan peralatan dan logistik di lokasi bencana banjir bandang Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.
“Kunjungan kami ke Parimo, atas instruksi Presiden untuk segera ke lokasi bencana banjir,” ungkap Suharyanto di Desa Torue, Kabupaten Parimo, Minggu, 31 Agustus 2022.
Baca Juga : BNPB Minta Masyarakat Siapkan Tas Siaga Bencana
Menurut dia, BNPB sebelumnya telah menurunkan tim reaksi cepat ke lokasi bencana banjir Desa Torue, dan disusul pejabat eselon satu dan dua.
Kunjungan langsung yang dilakukannya, untuk memastikan penanganan pascabencana banjir telah dilaksanakan sebagaimana mestinya.
“Tentunya dalam penanganan ini, ada masa tanggap darurat yang sedang kita laksanakan saat ini,” ujarnya.

Dia menyampaikan, apresiasinya kepada Bupati Parimo, yang segera menerapkan tanggap darurat bencana selama 14 hari.
Dalam masa tanggap darurat tersebut, prioritasnya adalah memastikan kebutuhan dasar korban bencana terpenuhi. Selain itu, masih ada empat warga Negara yang hilang, dan dalam pencarian hingga statusnya jelas.
“Mudah-mudahan ditemukan dalam keadaan selamat. Kalau tidak pun, dapat diketahui statusnya seperti apa,” kata Suharyanto.
Setelah tanggap darurat diatasi, maka akan masuk pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, untuk memastikan para korban mendapatkan kembali tempat tinggalnya.
Langkah jangka panjang pada tahapan tersebut, ada dua skema, yakni korban dapat tinggal di lokasi terdampak itu. Sebab, berdasarkan analisa dan evaluasi tidak akan kembali terdampat, sepanjang dilakukan perbaikan.
“Skema ke dua adalah di relokasi. Jadi tidak mungkin lagi untuk tinggal di lokasi itu, harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Bupati Parimo akan menyiapkan lahannya, dan dari BNPB serta Kementerian terkait akan membantu,” kata Suharyanto.
Baca Juga : 68 Kejadian Bencana di 2022, BNPB : Tingkatkan Resiliensi Indonesia
Selain itu, sebagai langkah jangka panjang akan dibuat rencana konvengensi dan tahap pencegahan, dengan cara memperbaiki lingkungan.
“Mungkin dihulunya sana sudah tidak layak lagi, perlu ditanam, kita tanami. Mungkin juga daerah resapan air, empung, akan dibuat perencanaan oleh pemerintah,” pungkasnya.
Diketahui, Kepala BNPB, Letnan Jendral Suharyanto menyerahkan secara langsung dana siap tanggap darurat tersebut ke Bupati Parimo, H. Samsurizal Tombolotutu, dan bantuan peralatan serta logistik diserahkan secara simbolis ke korban pengungsian di Dusun II Desa Torue.







Komentar