the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Satgas PKA Ungkap 70 Persen Perusahaan Sawit di Sulteng Belum Kantongi HGU

the OPINIbythe OPINI
27 Juli 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
27 Juli 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Satgas PKA Ungkap 70 Persen Perusahaan Sawit di Sulteng Belum Kantongi HGU

Satgas PKA Sulawesi Tengah, Eva Susanti Bande, saat menerima kunjungan Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri bersama CRU, di Kota Palu, Senin, 27 Juli 2026. (Foto: IST)

Baca Juga

Kejari Banggai Musnahkan 405 Gram Sabu dari 16 Perkara Pidana

Siswa Dirgantara Flight School Palu Praktik Penanganan Korban Bersama Basarnas

Polda Sulteng Gandeng Satpel PVP Palu Buka Akses Pelatihan Kerja bagi Warga

PALU, theopini.id – Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Sulawesi Tengah mengungkap persoalan mendasar, yang menjadi pemicu tingginya konflik agraria di daerah.

Berdasarkan hasil pendataan, sekitar 70 persen perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Tengah belum mengantongi Hak Guna Usaha (HGU), sehingga dinilai berdampak pada munculnya sengketa lahan, kerugian daerah, hingga belum terpenuhinya hak masyarakat.

“Tanpa HGU, perusahaan tidak memiliki dasar hukum untuk mengusahakan, memanen, maupun menguasai hasil produksi di atas tanah negara ataupun tanah adat masyarakat,” tegas Ketua Harian Satgas PKA Sulawesi Tengah, Eva Susanti Bande, saat menerima kunjungan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri bersama Conflict Resolution Unit (CRU), di Kota Palu, Senin, 27 Juli 2026.

Ia memaparkan, Satgas PKA telah menerima laporan konflik pertanahan yang tersebar di 103 desa dengan luas area sengketa mencapai 21.107,6 hektare, dan berdampak terhadap sedikitnya 9.094 kepala keluarga hingga Maret 2026.

Kabupaten Morowali Utara (Morut) menjadi wilayah dengan jumlah konflik tertinggi, yakni 21 kasus. Disusul Morowali sebanyak delapan kasus, Kota Palu tujuh kasus, Donggala lima kasus, Poso empat kasus, Tolitoli dua kasus, serta Buol dan Tojo Una-Una masing-masing satu kasus.

Menurut Eva, konflik agraria di Sulawesi Tengah didominasi sektor perkebunan kelapa sawit, terutama terkait legalitas Hak Guna Usaha.

Dari 61 perusahaan sawit yang terdata, sebanyak 43 perusahaan diketahui menguasai dan mengelola lahan tanpa HGU.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tidak hanya memicu konflik berkepanjangan antara masyarakat dan perusahaan, tetapi juga menyebabkan potensi kehilangan pendapatan daerah.

Satgas PKA memperkirakan kebocoran penerimaan daerah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perkebunan serta retribusi daerah mencapai sekitar Rp400 miliar setiap tahun.

Selain itu, hak masyarakat atas kebun plasma juga dinilai belum terpenuhi. Sedikitnya 11.656 hektare kebun plasma yang menjadi kewajiban tiga perusahaan besar, yakni PT KLS, PT TEN, dan PT CMP, hingga kini belum direalisasikan.

Akibatnya, masyarakat kehilangan potensi pendapatan yang diperkirakan mencapai Rp256 miliar hingga Rp279 miliar setiap tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Satgas PKA juga memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menangani konflik agraria kepada perwakilan Ditjen Polpum Kemendagri dan CRU.

Kunjungan tersebut mendapat respons positif dari Kemendagri. Perwakilan Ditjen Polpum Kemendagri, Febry Joko Arianto, menilai pembentukan Satgas PKA merupakan langkah progresif yang layak menjadi contoh bagi daerah lain.

“Jangankan yang sudah terbentuk dan menunjukkan hasil seperti ini, adanya inisiatif saja sudah sangat baik. Ini adalah langkah yang luar biasa,” ujar Febry.

Kemendagri bahkan berencana mengundang Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid, untuk mempresentasikan model penanganan konflik agraria melalui Satgas PKA sebagai referensi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Indah Nurrahma Safira

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #SatgasPKASulteng#Sulteng
Previous Post

Bupati Parimo: PM-AAS Perkuat Sektor Pertanian Menuju Swasembada Pangan

Next Post

Bupati Parimo Lepas Keberangkatan 20 Mahasiswa Baru Poltekesos Bandung

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Kantor SAR Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Edukasi Keselamatan

Kantor SAR Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Edukasi Keselamatan

29 Oktober 2026
Bupati Parimo Dorong Perpustakaan Hadir di Setiap Desa

Bupati Parimo Dorong Perpustakaan Hadir di Setiap Desa

29 Oktober 2026
Embarkasi Antara Palu Ditargetkan Beroperasi 2027, Persiapan Capai 90 Persen

Embarkasi Antara Palu Ditargetkan Beroperasi 2027, Persiapan Capai 90 Persen

28 Oktober 2026
Pemda Parimo Siapkan Pembersihan Lahan Huntap Korban Banjir Sibalago

Pemda Parimo Siapkan Pembersihan Lahan Huntap Korban Banjir Sibalago

28 Oktober 2026
Pemda Parimo Siapkan MPP untuk Perkuat Integrasi Pelayanan Publik

Pemda Parimo Siapkan MPP untuk Perkuat Integrasi Pelayanan Publik

28 Oktober 2026
Sidang Sengketa JPTP Parimo, Penggugat Ajukan Pencabutan Gugatan

Sidang Sengketa JPTP Parimo, Penggugat Ajukan Pencabutan Gugatan

28 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Kejari Banggai Musnahkan 405 Gram Sabu dari 16 Perkara Pidana

Kejari Banggai Musnahkan 405 Gram Sabu dari 16 Perkara Pidana

29 Oktober 2026
Siswa Dirgantara Flight School Palu Praktik Penanganan Korban Bersama Basarnas

Siswa Dirgantara Flight School Palu Praktik Penanganan Korban Bersama Basarnas

29 Oktober 2026
Polda Sulteng Gandeng Satpel PVP Palu Buka Akses Pelatihan Kerja bagi Warga

Polda Sulteng Gandeng Satpel PVP Palu Buka Akses Pelatihan Kerja bagi Warga

29 Oktober 2026
Bakti TNI AD Sasar 479 Titik di Sulteng, dari Jembatan hingga Rumah Layak Huni

Bakti TNI AD Sasar 479 Titik di Sulteng, dari Jembatan hingga Rumah Layak Huni

29 Oktober 2026
Sou Mpelava Kenalkan Bahasa Kaili Tara Lewat Buku Cerita Anak Dwibahasa

Sou Mpelava Kenalkan Bahasa Kaili Tara Lewat Buku Cerita Anak Dwibahasa

29 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Bupati Parimo Dorong Perpustakaan Hadir di Setiap Desa

Bupati Parimo Dorong Perpustakaan Hadir di Setiap Desa

29 Oktober 2026
Jenguk Korban Bentrok Anoa, Wagub Sulteng Ajak Warga Jaga Perdamaian

Jenguk Korban Bentrok Anoa, Wagub Sulteng Ajak Warga Jaga Perdamaian

29 Oktober 2026
Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

24 Oktober 2026
Disdikbud Parimo Terapkan PJJ Dua Hari akibat Kabut Asap

Disdikbud Parimo Terapkan PJJ Dua Hari akibat Kabut Asap

29 Oktober 2026
Kerja Sama dengan PT BMG, Disperindag Parimo Gelar Sosialisasi Pengembangan SIKIM Kelapa Terpadu

Kerja Sama dengan PT BMG, Disperindag Parimo Gelar Sosialisasi Pengembangan SIKIM Kelapa Terpadu

27 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d