JAKARTA, theopini.id – Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan produksi pangan melalui penggunaan benih unggul hingga intervensi hingga penanganan pasca panen.
“Benih unggul dan penanganan pasca panen yang baik, berbasis teknologi modern merupakan kunci utama dalam keberhasilan budidaya untuk memperoleh produksi tinggi dengan kualitas, dan harga jual tinggi,” ungkap Leader Team Propaktani Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Ugi Sugiharto, Kamis, 15 September 2022.
Baca Juga : Kementan Dorong Kelancaran Distribusi dan Cakupan Pangan
Hal itu, disampaikannya dalam acara Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani Episode 626 di selenggarakan oleh Ditjen Tanaman Pangan, bersama Pemda Sigi, Sulawesi Tengah melalui zoom meeting, Kamis.
Dia mengatakan, benih bermutu adalah benih yang baik dan benar serta memikili tiga kriteria pokok, yaitu baik secara genetik, fisik dan fisiologis terkait dengan hal tersebut untuk memperoleh kualitas Kesehatan tubuh yang baik.
Penggunaan teknologi pasca panen modern, dapat menekan losses saat panen. Sehingga, meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen memiliki nilai jual tinggi.
“Dalam rangka meningkatkan produktivitas, salah satu faktornya adalah benih karna benih adalah kunci kehidupan, benihnya bagus berarti hasil pertanamannya bagus. Benih dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan produktivitas dengan syarat varietas sesuai dengan agroekosistem setempat, benih terjamin mutunya, tepat waktu tanam dan lokasi, tersedia, mudah diakses dan harga terjangkau kemudian benih tersebut harus bersertifikat.” ujar Ugi.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Rahmad Iqbal Nurkhalish menekankan, pentingnya perencanaan pengembangan pertanian tanaman pangan melalui pendekatan sistem pertanian organik dan korporasi petani.
Menurutnya, penerapan sistem pertanian ini sebagai laboratorium budidaya yang penggunaan benih unggu hingga penanganan pasca panen modern.
“Kita saat ini mendesain pengembangan tanaman pangan dengan sistem pendekatan kawasan integrated farming, salah satu inovasi pertanian untuk menunjang usaha-usaha tani tanaman pangan,” ungkapnya.
Integrated farming di Kabupaten Sigi, memadukan jenis-jenis usaha tani dalam satu kawasan, baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.
Baca Juga : Tingkatkan Produksi Beras, Kementan Optimalkan Potensi Lahan Rawa
Bahkan, pihaknya melibatkan perternakan untuk pengembangan kawasan. Kemudian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memfasilitasi dari aspek stabilisasi harga.
“Dinas PUPR terkait dengan jaringan irigasi dan air bersih di wilayah tersebut dan dinas koperasi untuk mengembangkan koperasi berbasis pertanian sehingga menghasilkan sistem pertanian berkelanjutan,” paparnya.













