Theopini. id – Seorang pria berinisal S (21) warga Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur, diamakan polisi karena diduga sebagai pelaku investasi bodong yang menyebabkan kerugian hingga Rp4 miliaran.
“Terkait adanya penipuan dengan modus investasi bodong memang benar, kemarin kita telah mengamankan satu orang dengan inisial S. Hasil pemeriksaan, S mengaku sebagai owner atau pemilik usaha,” kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana saat dikonfirmasi di Mapolres Lamongan, dikutip dari Kompas.com, Senin 10 Januari 2022.
Pelaku S diamankan setelah jajaran Polres Lamongan menerima laporan pengaduan dari dua orang yang mengaku sebagai korban dari investasi tersebut. Saat ini, S sedang dalam pemeriksaan penyidik Polres Lamongan.
Satu orang korban mengaku rugi hingga Rp1,5 miliar. Sedangkan satu korban lainnya mengaku rugi hingga Rp2,5 miliar. Sehingga, kerugian korban sementara mencapai Rp4 miliar.
“Tentu kami dari Polres Lamongan akan melakukan rangkaian pemeriksaan tambahan, pemeriksaan saksi. Termasuk, mungkin seandainya nanti ada korban yang lain,” kata Miko.
Menurut dia, pihaknya belum bisa menjelaskan terkait modus yang dijalankan oleh terduga pelaku S, hingga orang percaya untuk menginvestasikan uangnya. Ia menyebut, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
“Sudah kita periksa, kita dalami kembali, dan nantinya mungkin akan kita sampaikan status dari yang bersangkutan. Untuk saat ini, masih kita amankan satu orang, yaitu saudara S. Kami juga mengimbau, sekiranya ada korban lain untuk melapor ke Polres Lamongan,” tutur Miko.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi Hendri menambahkan, S yang berstatus sebagai mahasiswi diamankan dalam pertemuan yang berujung ricuh, di suatu tempat di Jalan Sunan Giri, Lamongan, Minggu 9 Januari 2022.
Kepada para korbannya, S menjanjikan keuntungan besar. Namun, keuntungan yang dijanjikan itu tidak diwujudkan.
“Pelaku menjanjikan keuntungan fantastis, namun rata-rata keuntungan hanya diberikan pada bulan pertama,” kata Yoan.
Selanjutnya, S terus mengelak dengan berbagai alasan ketika ditanya oleh korban tentang keuntungan yang dijanjikan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, S diketahui memiliki aset berupa satu unit rumah dan dua unit mobil, merk Honda Brio dan Toyota Rush.***
Komentar