PARIMO, theopini.id – Wakil Bupati (Wabup) Badrun Nggai, mengatakan, koperasi harus memiliki analisa usaha, untuk meneliti, merancang dan mengevaluasi.
“Analisa usahanya apa? Meskipun hanya koperasi simpan pinjam, tetap harus ada analisasnya,” ungkap Badrun, di Parigi, Kamis, 15 Juli 2022.
Baca Juga : Wabup Badrun Apresiasi Kinerja DPRD atas Pembahasan Dua Raperda
Hal itu, disampaikan Wabup Parimo saat menghadiri pelatihan peranan legalitas dan accounting dalam pengembangan koperasi, di Parigi, Kamis.
Menurut dia, pentingnya analisasi usaha untuk memprediksikan dan menargetkan capaian serta realisasi usaha yang dijalankan dalam jangka waktu satu tahun.
Kemudian, dengan adanya Analisa usaha, telah tersusun rancangan pengembangan untuk mengoptimalkan penyertaan modal.
“Saya juga sedang mendorong Badan Usaha Milik Desa (BumDes), untuk membuat analisa usaha, agar tidak terus menerus gagal saat mendidikan usahanya,” kata dia.
Dalam mengembangkan usahanya, kata dia, koperasi harus berani berkomitmen untuk mengembangkan berbagai potensi di wilayah setempat.
Misalnya, sektor pertanian, petenakan, perikanan dan potensi lainnya, yang dapat dikelolah oleh koperasi, untuk mensejahterakan masyarakat.
“Jangan berani, namun penyertaan modalnya habis karena tidak adanya komitmen,” ucapnya.
Badrun pun mengaku sangat menyayangkan, masih adanya koperasi yang dikategorikan tidak aktif karena belum melakukan rapat tahunan.
Padahal, kunci pengembangan koperasi adalah kegiatan rapat tahunan, untuk mengitung sisa hasil usaha, mengevaluasi dan merancang target ke depan.
Baca Juga : 16 Koperasi di Parimo Dilatih Peranan Legalitas dan Accounting
“Sesungguhnya berkembangnya koperasi di daerah juga memberikan kontribusi, dalam penyerapan tenaga kerja. Bahkan, dapat membantu pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan,” pungkasnya.







Discussion about this post