PARIMO, theopini.id – Bayi diusia enam bulan lazimnya tumbuh dengan menggemaskan, dan menunjukan perkembangan signifikan, pada otot-otat tulang leher dan lengan yang semakin kuat.
Namun, perkembangan itu tak terjadi pada Abdul Rahmin, anak ke empat pasangan Abdul Jafar dan Yanti warga Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Baca Juga : Penemuan Mayat dalam Kardus Gegerkan Warga Serang
Pasalnya, Abdul Rahmin saat ini menderita hydrocephalus atau pengumpulan cairan rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan otak, dan mengakibatkan ukuran kepalanya membesar tak seperti bayi pada umumnya.
“Anak saya Abdul Rahim, sejak lahir sudah mengidap hydrochephalus dengan lingkar kepala berdiameter 53 cm,” ungkap Yanti, ditemui dirumahnya, Rabu, 1 Januari 2023.
Setelah melihat kondisi anaknya, ia mengaku bingung mau membawa Abdul Rahmin berobat di mana.
Apalagi, mereka tergolong keluarga kurang mampu, dan tidak memiliki biaya yang cukup untuk kesembuhan anaknya.
“Suami saya hanya kerja serabutan dan berpenghasilan rendah. Ada uang didapat hanya untuk kebutuhan makan sehari-hari,” ucapnya.
Dia bercerita, saat Abdul Rahmin berusia 21 hari sempat mendapatkan bantuan pengobatan dari Kepala Desa Sausu Tambu, yang masih merupakan keluarganya.
Abdul Rahim kala itu, dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Palu dengan harapan mendapatkan penanganan medis, untuk kesembuhannya.
Kurang lebih sebulan Abdul Rahmin menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, dengan pembiayaan yang seluruhnya ditanggung kepala desa.
Bahkan, biaya lainnya juga berasal dari hasil donasi yang dikumpul oleh pihak yang mengaku peduli dengan kondisi Abdul Rahim.
Namun, setelah satu bulan menunggu, Abdul Rahmin tak kunjung dioperasi. Sehingga, keluarga memutuskan untuk pulang ke rumah mereka di Desa Sausu Tambu.
“Ketika saya tanya, dokter bilang belum bisa dioperasi karena masih menunggu alat penyedot cairan. Pada September 2022, kami sudah tinggalkan rumah sakit dan memilih merawat Abdul Rahim di rumah,” ujarnya.
Selama menjadi perawatan di rumah, Abdul Rahmin juga secara rutin mendapatkan kunjungan dari petugas medis di Puskesmas setempat, untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya.
Selain itu, Yanti mengaku hanya mengandalkan ramuan tradisional. Hanya saja, ukuran kepala bayinya, semakin hari kian membesar.
Harapannya, Abdul Rahim bisa sembuh dari hydrocephalus yang dideritanya. Namun, keluarga tidak memiliki biaya untuk pengobatan.
Sehingga, ia berharap uluran tangan dari pihak dermawan untuk membantu kesembuhan bayinya, agar bisa menjalani kehidupan yang normal.
“Selama ini, ada beberapa orang yang datang menjenguk dan sedikit memberi bantuan untuk kebutuhan Abdul Rahim,” kata dia.
Baca Juga : Buang Bayi dalam Kardus, Pasutri di Aceh Dijerat UU Perlindungan Anak
Dia juga mengaku, rumah miliknya tak lagi layak huni karena sering terendam ketika air laut pasang. Sehingga, ia dan Abdul Rahmin saat ini menumpang di rumah orang tuanya.
“Kami hanya numpang di rumahnya ibu. Kami sering tidak bisa tidur di rumah kami, karena air setinggi lutut orang dewasa, ketika air laut pasang,” ujarnya.














