PALU, theopini.id – Desa Towale atau dikenal dengan Pusat Laut, masuk dalam wilayah Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dari Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.
“Desa wisata ini, memang kami dorong khusus, karena menawarkan keindahan bawah laut dan keindahan pantai dengan hamparan pasir putih,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng Diah Agustianingsih, saat wawancara bersama Tim Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementrian Kominfo secara Virtual melalui Chanel YouTube Kominfo Newsroom, Jum’at, 28 April 2023.
Baca Juga: Pantai Polindo Lara di Pelawa, Pengobat Rindu Wisatawan Lokal
Keberadaan satu sumur yang diberi nama Pusat Laut atau dalam bahasa Kaili sebut puse ntasi, berdiameter 10 meter dengan kedalaman 7 meter dan terbesar di dunia.
Adanya Pusat Laut menjadi keunikan tersendiri dari Desa Towale. Apalagi, kononnya bila mandi di sumur tersebut akan membuat orang menjadi awet muda.
Selain menawarkan keindahan pantainya, hampir sebagian besar warga Desa Towale bekerja dengan menenun, khususnya ibu-ibu.
Peralatannya pun masih menggunakan alat tenun tradisional, dengan motif yang memiliki ciri khas tersendiri yakni, dasar bunga dimodifikasi dalam berbagai bentuk.
“Kain tenun itu, disebut sarung Donggala, yang biasa di kenal dengan Buya Sabe atau Batik Bomba,” jelasnya.
Sehingga, terwujud integrasi antara keindahan alam dan budaya warga local, yang layak diperkenalkan ke seluruh dunia.
Wisatawan juga dapat menghubungi destinasi religi di Desa Towale. Di sana, terdapat masjid yang dibangun sejak zaman kerajaan Kaili pada tahun 1800-an.
“Masjid ini dinamakan Bulava Mpongeo,” ujar Diah.
Baca Juga: Eks Lokasi Sail Tomini Belum Dialihkan Jadi Aset Pemda Parimo
Daya tarik lainnya, yakni atraksi dan ritual budaya memandikan kucing terbuat dari emas. Ritual tersebut, dipercaya masyarakat local sebagi penolak bala.
“Apabila para wisatawan ingin berkunjung ke Sulawesi Tengah, silahkan berkunjung ke Desa Towale. Hal nomor satu yang patut dicoba, kuliner khasnya Kaledo (Kaki Lembu Donggala) dan Dange yang terbuat dari sagu,” imbuhnya.








Komentar