Keluar dari RS, Korban Asusila 11 Pelaku Kini di Rumah Aman Kemensos

PALU, theopini.idSejak, Kamis, 22 Juni 2023, korban asusila 11 pelaku tak lagi menjalani perawatan di RSUD Undata Palu, Sulawesi Tengah.

Kini, korban R berada di rumah aman pendampingan Balai Rehabilitasi Sosial Nipotowe, UPT Kementerian Sosial (Kemensos) di Kota Palu.

“Iyah, pasca keluar dari rumah sakit, korban saat ini di rumah aman kami,” kata Plh Kepala Balai Nipotowe Palu, UPT Kemensos, Hanafi, dihubungi di Palu, Senin, 26 Juni 2023.

Baca Juga: LPSK Siap Dampingi Remaja 15 Tahun Korban Asusila 11 Pelaku di Sulteng

Menurutnya, pemeriksaan perkembangan kesehatan korban akan tetap dilakukan di RSUD Undata Palu, melalui rawat jalan.

Rencananya, korban akan kembali mendatangi rumah sakit untuk pemeriksaan, satu bulan ke depan pasca keluar.

“Selama di rumah aman ini, kami akan memfasilitasi korban mendatangi rumah sakit, untuk rawat jalan,” imbuhnya.

Hanafi menyebut, kondisi psikis korban pasca keluar dari rumah sakit mulai menunjukan perkembangan yang baik.

Saat dibolehkan pulang, korban terlihat ceria dan mulai berinteraksi. Kemungkinan karena merasa lebih leluasa.

“Apalagi, ketika di rumah aman, korban bisa berinteraksi dengan anak-anak sebayanya,” ujarnya.

Tak berbeda dengan saat di rumah sakit, kata Hanafi, akses di rumah aman juga akan dibatasi. Korban, hanya bisa ditemui keluarga, pendamping hukum, penyidik Kepolisian dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, korban akan mendapatkan pendampingan pemulihan psikis. Namun, pihaknya harus mengumpulkan informasi hasil pemeriksaan awal terlebih dahulu.

Sebab, selama menjalani perawatan, korban pun telah mendapatkan perawatan psikis dari para tenaga dokter ahli di RSUD Undata Palu.

“Kami ingin mendapatkan hasil pemeriksaan awal psikirnya, baik dari Psikolog maupun Psikiater. Dari informasi itu, kami akan melakukan tindakan selanjutnya,” jelas Hanafi.

Kemudian, pihaknya juga akan memfasilitasi korban untuk kembali melanjutkan pendidikan, sesuai keinginannya.

Baca Juga: Kemensos Dampingi Remaja 15 Tahun Korban Asusila 11 Pelaku di Parimo

Hanya saja, terkendala ijazah korban yang belum diambil disalah satu sekolah tempat korban berdomisili. Sehingga, petugas Kemensos akan mengurus persoal tersebut, pekan ini.

“Karena pendaftaran sekolah telah ditutup, kami akan membantu korban mendapatkan sekolah yang bisa menerimanya, untuk melanjutkan pendidikan,” pungkasnya.

Komentar