Banggar DPRD Parimo Laporkan Hasil Pembahasan Raperda APBD 2024

PARIMO, theopini.id Badan Anggaran (Banggar) DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, melaporkan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (Raperda) tentang APBD 2024, dalam sidang paripurna, Selasa malam, 31 Oktober 2023.

“Semoga dengan disetujuinya Raperda APBD 2024 ini, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Parimo, dan mensejahterakan masyarakat,” kata juru bicara Banggar DPRD Parimo, Faisan Badja, membacakan hasil kerjanya.

Baca Juga: Zulfinasran Jawab Pandangan Fraksi DPRD Parimo Atas Raperda APBD 2024

Menurutnya, penyampaian pembahasan Raperda APBD 2024, merupakan pencerminan penyelenggaraan tugas di bidang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat yang telah ditetapkan melalui program dan kegiatan.

Hal itu, kata dia, sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada fraksi-fraksi DPRD yang telah menerima dan menyetujui Raperda APBD 2024, sebagaimana disampaikan dalam sidang paripurna berikutnya,” ucapnya.

Faisan Badja pun menyempaikan gambaran Raperda APBD 2024 yang telah melalui proses pembahasan bersama Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ia memaparkan, pendapatan daerah dalam RAPBD 2024, sebesar Rp1,709 triliun lebih, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp147 miliar lebih.

“Kemudian, pendapatan transfer sebesar Rp1,562 triliun lebih, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp1,790 miliar lebih,” ungkapnya.

Sementara belanja daerah dalam APBD 2024, sebesar Rp 1,701 triliun lebih yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1,231 triliun lebih.

Sedangkan penyediaan anggaran belanja modal sebesar Rp126 miliar lebih, belanja tak terduga sebesar Rp15 miliar, dan belanja transfer sebesar Rp327 miliar lebih.

“Untuk pembiayaan daerah dalam Raperda APBD 2024, sebesar Rp10 miliar,” bebernya.

Baca Juga: Wabup Parimo Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD 2024

Pembiayaan daerah tersebut, kata dia, terdiri dari pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebssar Rp1 miliar. Sisanya, sebesar Rp9 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal PT Bank Sulteng.

“Untuk pembiayaan neto dalam Raperda APBD 2024, sebesar Rp10 miliar,” pungkasnya.

banner 1280x250

Komentar