Example 1280x250

BPBD Parimo Gelar Seminar Akhir RPB 2023

BPBD Parimo Gelar Seminar Akhir RPB 2023
Sekretaris BPBD Parimo, Rivay dan Ketua Ketua Tim Penyusunan RPB, Dr. Ir. Rustam Efendi foto bersama dengan peserta seminar akhir RPB 2023, Jum'at, 1 Desember 2023. (Foto: Oppie)

PARIMO, theopini.idBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menggelar seminar akhir Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2023.

“Saat ini, BPBD Parimo tengah menginisiasi regulasi untuk bisa membantu korban kebakaran dan angin puting beliung,” kata Sekretaris BPBD Parimo, Rivay, di Parimo, Jum’at, 1 Desember 2023.

Baca Juga: BNPB Gelar Semiloka Rencana Kontigensi Gempa dan Tsunami di Parimo

Selama ini, menurutnya, BPBD Parimo hanya menangani bencana yang berdampak luas atau masif terjadi di tengah masyarakat. Misalnya banjir merendam banyak pemukiman warga.

Sebab, BPBD Parimo belum pernah memporsikan anggaran untuk satu atau dua unit rumah yang kebakaran.

“Ini yang akan kami upayakan, karena di kabupaten lain dana ini ada, melekat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” jelasnya.

Rencananya, BPBD Parimo akan menyusun draf Peraturan Bupati (Perbup) yang lebih menunjukan peranan pemerintah hadir ketika terjadi bencana, baik berdampai kecil atau besar.

Olehnya, ia meminta dukungan seluruh pihak terkait untuk mendorong bersama-sama agar Perbup bantuan bencana. Sehingga, bisa selesai semester pertama 2024.

“Perbup bantuan bencana ini, akan kita dorong bersama-sama dengan Perbup RPB dan Perbup Rencana Kontigensi Gempa Bumi dan Tsunami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan RPB, Dr. Ir. Rustam Efendi mengatakan, dalam rumusan isu strategis risiko bencana prioritas di Kabupaten Parimo, yaitu banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi serta tsunami yang tinggi akan mempengaruhi/melemahkan peningkatan dan pemerataan infrastruktur program.

Baca Juga: BNPB Gelar Rakor dan FGD Penguatan Program IDRIP di Parimo

Kemudian, Kabupaten Parimo belum menyusun kedaruratan bencana, rencana kontigensi, untuk bencana prioritas dan pemulihan pascabencana, pelayanan dasar, infrastruktur penting, perumahan penduduk dan sosial ekonomi masyarakat.

“Terkait risiko bencana gelombang ekstrim dan abrasi, tsunami, dan cuaca ekstrim, karena dipengaruhi kondisi wilayah Kabupaten Parimo 70% merupakan wilayah pesisir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!