Example 1280x250

Presiden Jokowi Serahkan 3.000 Sertifikat Hak Atas Tanah di Bandung

Presiden Jokowi Serahkan 3.000 Sertifikat Hak Atas Tanah di Bandung
Presiden, Joko Widodo memberikan sertifikat hak atas tanah ke warga Bandung, Sabtu, 3 Februari 2024. (Foto: Humas)

JAKARTA, theopini.id Presiden pun mengimbau masyarakat yang telah mendapatkan sertifikat hak atas tanah untuk menyimpannya dengan baik.

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo menyerahkan 3 ribu sertifikat hak atas tanah untuk rakyat yang digelar di Hall Gedung Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu, 3 Februari 2024.

Baca Juga: Gubernur Sulteng Janji Akan Hibahkan Tanah ke MUI Poso

Dalam sambutannya, Joko Widodo kembali menekankan bahwa sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki.

“Sehingga bapak, ibu harus ngerti. Saya punya tanah berapa meter persegi sih? Sering saya tanya, (jawabnya) enggak tahu. Di sini, di dalamnya ada nama pemegang hak, di sini ya jelas. Alamat ada di sini, meter persegi berapa di sini ada semuanya, luas berapa kita harus tahu semuanya,” ujar Presiden.

Ia pun mengimbau masyarakat yang telah mendapatkan sertifikat untuk menyimpannya dengan baik. Sehingga apabila sertifikat tersebut hilang atau rusak dapat diurus kembali dengan mudah.

“Tolong kalau sampai di rumah ini difotokopi, nyimpannya di tempat yang berbeda, kalau hilang masih punya fotokopi, ngurusnya lebih mudah,” ucap Presiden.

Selain itu, Presiden juga berpesan agar sertifikat yang digunakan untuk kolateral dan jaminan pada bank telah melalui perhitungan dan kalkulasi yang matang. Hal tersebut penting untuk menghindari kesulitan membayar di masa mendatang.

“Mau pinjam berapa, nyicilnya berapa, kuat ndak, harus dihitung betul,” tuturnya.

Presiden turut menekankan kepada masyarakat agar menggunakan seluruh pinjaman untuk modal usaha. Presiden mengimbau agar uang pinjaman tersebut tidak digunakan untuk kegiatan konsumtif.

Baca Juga: Warga Sigi Diharapan Sadar atas Pentingnya Memasang Patok Tanah

“Pinjam itu harus mengembalikan. Kalau 400 juta sudah dipakai untuk modal usaha semuanya, ada untung, tabung. Kalau sudah ngumpul, bapak ibu mau beli sepeda motor silakan, mau beli mobil silakan, tapi dari keuntungan, bukan dari pokok pinjaman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!