Pertemuan Presiden Jokowi-Ahmad Ali, Fokus Bahas Politik dan Ekonomi Sulteng

JAKARTA, theopini.idAhmad Ali, politisi dari Partai NasDem yang juga calon Gubernur Sulawesi Tengah, bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 11 September 2024.   

Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut, berbagai topik penting dibahas, termasuk politik dan ekonomi Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tekankan Fokus APBN 2025 untuk Dorong Lompatan Kemajuan

Ahmad Ali mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Jokowi, merupakan hal yang biasa antara warga negara dengan kepala negara.

Namun, sebagai politisi, diskusi tidak jauh dari topik politik, termasuk Pemilihan Gubernur dan partai-partai.

BACA JUGA:  1.023 Personel Diterjunkan Amankan Kunjungan Presiden Jokowi di Palu

Salah satu fokus utama, adalah kontribusi Sulawesi Tengah terhadap Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur.

Presiden Jokowi, kata dia, menekankan pentingnya peran Sulawesi Tengah dalam memenuhi kebutuhan pangan di IKN.

“Beliau sangat optimis mengenai masa depan politik di Sulawesi Tengah,” ujar Ahmad Ali kepada wartawan di Bandara Maleo Morowali, setibanya dari Jakarta, Kamis, 12 September 2024.

Ia juga menambahkan, ada arahan khusus dari Presiden Jokowi yang perlu disampaikan ke publik. “Biarlah itu menjadi catatan buat saya,” katanya.

BACA JUGA:  Di Balik Pengembangan RSU SIS Al Jufri, Ternyata Ada Peran Ahmad Ali

Presiden Jokowi juga memberikan dukungan serius terhadap Ahmad Ali, dalam kontestasi pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah 2024.

“Kata Beliau (Presiden Joko Widodo), ngapain lagi capek-capek,” kata Ahmad Ali.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Kehati-hatian Pembiayaan dalam RAPBN 2025

Pertemuan ini, menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat terhadap perkembangan Sulawesi Tengah, baik dari segi politik maupun ekonomi.

Ahmad Ali berharap, dengan dukungan dari pemerintah pusat, Sulawesi Tengah dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam pembangunan nasional.

Komentar