PALU, theopini.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor pasar modal di Sulawesi Tengah (Sulteng) masih didominasi kalangan milenial, usia di bawah 30 tahun, dengan jumlah 14.376 investor atau sekitar 63 persen.
“Investor atau single investor identifikasi (SID) milenial masih mendominasi dari tahun ke tahun. Artinya mereka sangat konsisten melantai di bursa efek,” kata Kepala BEI Perwakilan Sulawesi Tengah, Putri Irnawati di Palu, Senin, 5 Februari 2024.
Baca Juga: Jokowi Instruksikan Jajaran Terus Perbaiki Iklim Investasi di Tanah Air
Dominasi kalangan milenial ini, kata dia, tidak terlepas dari masifnya edukasi maupun pendidikan literasi keuangan dan galeri investasi pasar modal di daerah.
Sehingga, BEI Sulawesi Tengah terus mengupayakan peningkatan jumlah masyarakat berinvestasi tahun ini. Di mana, jumlah investor di bursa efek pada 2023, sebanyak 76.918 single investor identifikasi (SID), 22.766 di antaranya melantai di bursa saham.
“Investor pasar modal Sulawesi Tengah tumbuh 48 persen dari 2022. Dari tahun ke tahun, terus meningkat,” ujarnya.
SID pasar modal berdasarkan pekerjaan, yakni sebesar 31 persen berasal dari pegawai swasta, pelajar/mahasiswa 27 persen, pengusaha 16 persen, Pegawai Negeri Sipil (PNS) 7 persen, ibu rumah tangga 4 persen, guru 1,7 persen, dan lain-lain 14 persen.
Selain itu, dari sisi relasi dalam pengembangan kegiatan investasi pasar modal sepanjang 2023, tercatat kurang lebih 18 galeri investasi BEI tersebar di sejumlah perguruan tinggi, dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Kejuruan di Sulawesi Tengah.
Bahkan, terdapat 79 pencatatan saham baru, sehingga total perusahaan sekuritas bermitra di BEI sebanyak 903 perusahaan dengan nilai transaksi tahun lalu, sebanyak Rp7 triliun.
Baca Juga: Gubernur Paparkan Potensi Sulteng Dihadapan Dubes Maroko
“Secara keseluruhan pasar modal Indonesia tumbuh positif 2023, dan pertumbuhan ini trus kami tingkatkan ke depan di seluruh daerah, tidak terkecuali Sulawesi Tengah,” katanya.
Dari jumlah transaksi itu, Kabupaten Tolitoli menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp3,7 triliun, disusul Kota Palu sebesar Rp2,1 triliun, Morowali Rp365 miliar dan Banggai Rp188 miliar.

Komentar