PALU, theopini.id – Polda Sulawesi Tengah melibatkan Dokter Forensik RSUD Anuntaloko Parigi, Kabuoaten Parigi Moutong dalam autopsi jenazah Muh Mughni Syakur (MS).
Proses ekshumasi dilakukan Polda Sulawesi Tengah, di Pemakaman Keluarga, Jalan Elang, Kota Palu, pada Senin pagi, 5 Februari 2024.
Baca Juga: Ragukan Hasil Visum, Ayah Bocah Dibunuh di Palu Siap Jenazah Putranya Diautopsi
“Untuk menjaga independensi pelaksanaan autopsi jenazah Muh Mughni Syakur, tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Palu tidak bekerja sendiri. Tetapi dibantu dokter dari RSUD Anuntaloko Parigi,” kata Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Djoko Wienartono, dalam keterangan resminya, di Palu, Senin.
Menurutnya, proses ekshumasi Muh Mughni Syakur disaksikan pihak keluarga, penyidik dan tim dokter, yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA dan berakhir pada 11.00 WITA.
Dalam penanganan kasusnya ini, kata dia, Polda Sulawesi Tengah ingin bekerja secara profesional, proporsional, transparan dan akuntabel.
“Semoga dengan kehadiran dokter forensik ini, akan dapat menemukan penyebab kematian MS,” pungkasnya.
Sebelumnya, Front Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Tengah, pada Rabu, 31 Januari 2024, mendesak Kapolda turun tangan mengungkap kematian Muh Mughni Syakur.
LBH Sulawesi Tengah, yang turut unjuk rasa mewakili pihak keluarga juga membuat laporan di SPKT Polda, agar penyebab kematian Muh Mughni Syakur terungkap.
Baca Juga: Pekan Depan Polda Sulteng Akan Autopsi Jenazah Mughni Syakur
Diketahui, Muh Mughni Syakur ditangkap pihak Polda Sulawesi Tengah, karena dicurigai terlibat kasus pencurian pada 13 November 2023.
Muh Mughni Syakur meregang nyawa sesaat setelah ditangkap anggota Polisi yang menangani kasus pencurian tersebut.







Komentar