Dua Poktan di Parimo Terima Bantuan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan

PARIMO, theopini.id Sebanyak dua Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menerima bantuan sarana pascapanen tanaman pangan, berupa dua unit combine harvester.

Bantuan, diserahkan langsung Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo, saat upacara 17 bulan berjalan di halaman Kantor Bupati, Senin, 19 Februari 2024.

Baca Juga: 103 Hektare Tambak Gagal Panen Dampak Banjir Torue

“Alhamdulilah, kami mendapatkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) tersebut, melalui kegiatan fasilitasi sarana pascapanen tanaman pangan yang bersumber dari APBD 2023,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan, pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Parimo, Dadan Priatna Jaya, di Parigi, Senin.

Ia mengatakan, dua Poktan penerima bantuan, yakni Kerta Sari 1, Desa Suli Indah, Kecamatan Balinggi, dan Sari Dewi, Desa Petunasugi, Kecamatan Bolano Lambunu.

Poktan tersebut, telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), dan memenuhi syarat luasan kelompok serta desanya.

Pertimbangan lainnya, karena Kecamatan Balinggi menerapkan program Indeks Penanaman (IP) 400, yakni cara tanam dan panen empat kali dalam satu tahun pada lahan yang sama, seluas 5.533 hektare.

“Sementara, Kecamatan Bolano Lambunu akan diarahkan ke IP300 dari IP200. Sehingga, perlu mendapatkan dukungan Alsintan, karena panen serentak, tanamnya pun begitu,” jelasnya.

Pada 2022, kata dia, Dinas TPHP Parimo mengusulkan kurang lebih 20 Alsintan ke Kementerian Pertanian (Kementan), dan telah disahuti.

Hanya saja, realisasi penyaluran bantuan tersebut, dilakukan secara bertahap, dimulai sejak akhir 2023 sebanyak 3 unit.

“Kami di daerah, hanya menerima unitnya saja. Total Alsintan sudah diterima lima unit,” bebernya.

Dalam waktu dekat, Dinas TPHP Parimo akan melakukan koordinasi dengan Kementan, untuk memastikan penyaluran bantuan berikutnya, serta menyampaikan kebutuhan sarana pascapanen lain, seperti pengering jagung.

Baca Juga: Kementan Terapkan Taxi Alsintan untuk Akselerasi Swasembada Gula

Ia berharap, petani dapat meningkatkan produktivitas padi dan jagung, dan tak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan Alsintan saat panen bersamaan.

“Sering kali petani berebut Alsintan saat panen. Belum lagi kalau curah hujan tinggi, padi keburu rebah,” pungkasnya.